Pemasangan Tak Sesuai Standar, Warga Beji Keluhkan Pipa Gas Alam

Tampak terlihat pipa gas alam unruk penyaluran rumah tangga yang berkarat di kawasan Jalan Tomat, Kelurahan/Kecamatan Beji, Senin (13/1/2020). Radar Depok

Tampak terlihat pipa gas alam unruk penyaluran rumah tangga yang berkarat di kawasan Jalan Tomat, Kelurahan/Kecamatan Beji, Senin (13/1/2020). Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK — Sejumlah warga Jalan RW11 Perumahan Depok Utara, Beji, mengeluhkan pemasangan pipa gas alam yang tidak sesuai dengan standar pemasangan, karena dinilai dapat membahayakan warga apabila pipa tersebut bocor.

Salah satu warga Jalan Tomat, Novan Tambunan mengatakan, pipa gas tersebut dipasang dalam bentuk memiring dan tidak ada lapisan pelindung pipa.

“Pemasangan pipa dalam keadaan yang tidak terlindung rawan bocor. Apalagi jika pipa tersebut berisikan gas, bila bocor dan terkena zat lainnya akan mengakibatkan kebakaran,” tutur Novan kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Pengguna Instagram aktif ini juga mengaku saat pemasangan pipa, pihak pemasang juga pernah dikomplain warga, namun tidak direspon sesuai dengan ekspetasi warga. Proses pemasangan tersebut justru tanpa sepengetahuan warga sudah difinalisasi dengan semen permanen.

Program yang dicanangkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini diproses PT. Nindya Karya Tbk, yang dilaksanakan sejak Oktober 2019 lalu, dan sampai Januari ini pipa gas tersebut belum fungsional.

“Persero tersebut justru tidak memberikan kejelasan apa pun kepada warga meski sudah di e-mail sejak 20 Oktober 2019,” tandasnya.

Warga lainnya, Viva mengaku, pihak kementerian sudah pernah datang ke lokasi untuk mengecek keadaan pipa, dan mendokumentasikan kondisi dari pipa tersebut. Namun, pihak kementerian belum memberi informasi mengenai tindak lanjut pipa yang dipasang tidak sesuai standar tersebut.

Meski lokasinya menjadi proses pemasangan terakhir, menurut warga, pihak pemasangan dalam hal ini PT. Nindya Karya, bertindak sesukanya dalam bekerja. Alih-alih profesional, justru warga menilai pihak tersebut berkerja secara semena-mena.

“Pemasangan seharusnya ditanam di dalam tanah, bukan dibiarkan di tempat terbuka seperti ini,” pungkasnya.

(RD/mg7/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds