Angka Perceraian Naik, 3.664 Janda Muda di Kota Depok Bertaburan

Ilustrasi Perceraian

Ilustrasi Perceraian


Dia menambahkan, total perkara yang masuk ke PA Kota Depok sebanyak 5.384 perkara, termasuk sisa perkara dari tahun 2018 sebanyak 464 perkara.

“Sisa perkara tahun 2019 yang akan disidangkan di tahun 2020 ada 461 perkara,” tegasnya.

Menanggapi tingginya angka perceraian yang terjadi di Kota Depok, Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengaku, terus berupaya untuk menekan angka perceraian di Depok.

Salah satunya dengan menggencarkan program sekolah pra nikah dan sekolah ayah bunda bagi warga Depok.

Menurut Nessi, sekolah pra nikah merupakan pendidikan bagi para pemuda dan pemudi di Depok yang sudah berusia 19 tahun keatas. Dalam sekolah ini para pemuda dibekali materi terkait ketahanan keluarga, dan juga cara membangun hubungan yang harmonis, ketahanan ekonomi serta pegembangan wirausaha.

“Peserta sekolah ini para pemuda yang belum menikah, agar kelak ketika mereka memutuskan untuk menikah mereka sudah siap secara mental,” ujar Nessi.

Sedangkan sekolah ayah bunda merupakan kegiatan pembinaan bagi para suami dan istri. Agar paham cara mengurus anak, menjaga keharmonisan keluarga, penigkatan serta diajari literasi digital oleh mentor–mentor yang kompeten.

“Semua kegiatan diatas diharapkan dapat menekan angka perceraian di Depok,” pungkasnya.

Pantauan Radar Depok di Pengadilan Agama Depok memang tidak sepi. Dibagian pendaftaran ada puluhan salah satu pasangan mengantre.

(RD/dra/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds