Nataru 2020, Belasan Sopir Bus di Terminal Jatijajar Dites Urine


POJOKJABAR.com, DEPOK – Memasuki libur hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, belasan sopir bus di Terminal Jatijajar yang akan mengangkut para penumpang menjalani tes kesehatan dan tes urine. Selain itu, dilakukan pula ramp check alias periksa kelaikan jalan terhadap puluhan bus.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana menyebutkan, terdapat 14 sopir bus yang diperiksa kesehatan berupa tekanan darah dan urine. Hasilnya, 13 sopir dinyatakan sehat dan satu mengalami hipertensi.

“Dari 14 sopir yang diperiksa kesehatan dan urine, 13 sehat dan satu hipertensi. Tapi masih bisa ditoleransi,” ungkap Dadang kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Senin (23/12/19).

Dadang mengatakan, ramp check guna memeriksa kelengkapan dokumen dan kelaikan kendaraan bus yang akan melakukan perjalanan. Pihaknya dibantu oleh BPTJ dan Polres Metro Depok, melaksanakan dua kali periode ramp check.

Periode pertama, dari 25 November hingga 6 Desember 2019, dengan bus yang di ramp check sebanyak 242 bus. 191 bus di antaranya didapati banyak kekurangan yang beragam. Mulai dari sabuk pengaman, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), sen, lampu mundur, wifer, hingga kartu pengawasan belum diperbarui.

“Periode kedua dilaksanakan pada 20 Desember, dengan jumlah kendaraan di ramp check 14 bus, hanya tiga bus yang dinyatakan lengkap.

Dadang mengingatkan, bagi bus yang dinyatakan kurang lengkap agar segera melengkapi kekurangan. Meski hal-hal yang sifatnya kecil, tetapi berpengaruh pada jaminan keselamatan perjalanan. Selain itu, H-2 Natal penumpang terjadi sedikit lonjakan dari biasanya sekitar 40 persen, dan armada bus dipastikan cukup.

Guna kelancaran lalulintas di jalan protokol dan sekitar rumah ibadah, Dishub telah menyiagakan 250 personel.

“Iya buat sopir jangan ugal-ugalan, setiap empat jam ganti sopir. Kemudian ikuti aturan lalin, serta lengkapi segera kekurangan perlengkapan,” tegasnya.

Selain itu, Pemkot Depok akan membuat Posko Pemantauan Terpadu yang berfungsi mengoordinasikan, memfasilitasi, dan memonitoring persiapan, serta pelaksanaan Nataru.

“Keberadaan Posko ini sesuai Surat Edaran yang diterbitkan Kementerian Dalam Negeri,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial (Kesos) pada Sekretariat Daerah (Setda) Kota Depok, Sri Utomo, Senin (23/12).

Sri melanjutkan, disebut terpadu karena melibatkan berbagai Perangkat Daerah (PD) terkait. Dalam Posko tersebut, lanjutnya, minimal ada petugas dari Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok, Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok.

“Kami juga nanti minta dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok untuk menyiapkan tanaman-tanaman di posko tersebut, agar tidak terlihat gersang,” harapnya.

Sri menilai, ada tiga aspek yang harus dipantau pemerintah daerah menjelang Nataru ini. Yaitu kesiapan moda transportasi terkait sarana dan prasarana (sarpras), pengamanan harga barang pokok dan Bahan Bakar Minyak (BBM), serta ketertiban masyarakat.

Terkait moda transportasi, sambung Sri, menjadi tanggung jawab dari Dishub Kota Depok. Adapun terkait pengamanan harga barang, menjadi tugasnya Tim Pencegah Inflasi Daerah (TPID) Kota Depok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok, dan Bagian Ekonomi pada Sekretariat (Setda) Kota Depok.

“Sedangkan untuk ketertiban masyarakat, menjadi wilayah tugasnya Satuan Polisi Pamong Praja dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas),” terangnya.

Sri juga meminta kepada pamong camat dan lurah untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di masing-masing wilayah. Peningkatan kewaspadaan ini, bisa melibatkan masyarakat sekitar untuk saling berkomunikasi, apabila ditemukan hal-hal yang berpotensi memicu konflik.

“Seperti rumah kosong atau menjaga kalau ada persinggungan perayaan, untuk segera dikomunikasikan pada pimpinannya,” pungkasnya.

(RD/gun/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds