Stok Obat HIV/Aids di Kota Depok Menipis

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, DEPOK – Ancaman baru mendera penderita Orang Dengan HIV (Odip) di Kota Depok dan Indonesia. Stok obat Antiretroviral (ARV) yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk menekan virus HIV/AIDS dalam tubuh orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sudah menipis.

Menurut Ketua Umum LSM Kuldesak Depok, Samsu Budiman kondisi ini dapat diartikan dalam jangka waktu 1 atau 2 bulan kedepan Odip yang mengkonsumsi obat ARV akan menghadapi kesulitan. Karena stok obat habis.

Pihaknya, menilai respon pemerintah terkait pengadaan obat ARV ini dirasa kurang. Padahal, dananya sudah tersedia dan bahkan beberapa obat sudah tercantum dalam E-Katalog.

Berdasarkan data yang didapat dari Kementerian Kesehatan mengenai stok ARV nasional per tanggal 22 November 2019. Untuk obat ARV jenis TLE (Tenovofir, Lamivudin, Zidovudine) dengan jumlah pasien yang dalam pengobatan ARV jenis ini sebanyak 48.981 ODHA hanya tersisa 290.908 botol. Apabila dikalkulasikan stok tersebut hanya akan cukup untuk konsumsi 5,9 bulan kedepan.

Padahal idealnya stok kecukupan ARV dalam batas aman bisa dapat menyuplai kebutuhan selama 9 bulan. Dikarenakan beberapa obat ARV ini masih di import, memerlukan waktu yang cukup guna bisa didistribusikan kepada pasien.

“Dengan adanya ini, ribuan penderita Odip di Kota Depok was-was,” ujar Samsu kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Senin (02/12/2019).

Selain itu, kata Samsu, dia berkeinginan di Kota Depok ada ARV untuk anak dan ibunya. Kalau ibunya nanti melahirkan di Depok untuk Odip, tidak ada lagi merujuk ke rumah sakit lain.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds