Wapres Ma’ruf Amin Dukung 63.310 Korban First Travel

Wakil Presiden Ma’ruf Amin. (Antara)

Wakil Presiden Ma’ruf Amin. (Antara)


Dalam kasus pencucian uang ini, Andi mengaku dirinya dirugikan sebesar Rp 21 juta. Andi mendaftarkan diri di jasa travel ini pada 2015 yang berlokasi di wilayah Kecamatan Cimanggis melalui agen bernama Tri. Itu pun diakuinya menunggu lama, sampai Andi harus mengganti jasa travel umrah.

”Sempat dapat koper tapi dikembalikan lagi. Alhamdulillah saya sudah berangkat. Saya harap uang hasil lelang ini dikembalikan,” tegasnya.

Perlu diketahui, dalam amar putusan PN Depok Nomor: 83/Pid.B/2018/PN.Depok terkait kasus First Travel, diketahui perusahaan itu berhasil menghimpun senilai Rp1.319.535.402.852 di rekening perusahaan First Anugerah Karya Wisata. Jumlah itu berasal dari setoran 93.295 calon jamaah dalam rentang waktu Januari 2015 hingga Juni 2017.

Dari jumlah calon jamaah yang berhasil dijaring, 29.985 orang kemudian diberangkatkan sejak 16 November 2016 sampai 14 Juni 2017. Sisanya, sebanyak 63.310 calon jamaah dengan total uang setoran Rp905.333.000.000 belum diberangkatkan.

Dana mereka yang tak jadi berangkat itu kemudian disebar lagi ke sejumlah rekening milik para terpidana. Dana itu digunakan, antara lain, untuk menambal kekurangan biaya jamaah yang berangkat lebih dulu, membeli sejumlah properti, kendaraan mewah, perusahaan, sandang bermerek, serta membiayai perjalanan ke luar negeri para terpidana. Total dana korban yang telah dibelanjakan itu, jika menengok amar putusan PN Depok, mencapai Rp260.333.260.000.

Artinya, semestinya masih ada sekira Rp644.999.740.000 dalam rekening bank. Namun, dalam salinan barang sitaan, jumlah total saldo dalam puluhan rekening milik terpidana yang disita hanya berkisar Rp 5,5 miliar yang terdiri atas uang rupiah dan dolar AS. Jumlah tersebut belum termasuk sekitar 500 aset yang disita.

(RD/JPC/det/hmi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds