DLHK Kota Depok Sigap Tangani Darurat Limbah B3

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, DEPOK – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok cukup sigap menanggulangi terjadinya musibah yang ditimbulkan akibat limbah Bahan Beracun dan berbahaya (B3).

Kesigapan itu terlihat saat pelaksanaan simulasi yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), 119, kepolisian, hingga Dinas Perhubungan.

“Kami bersama tim penanggulangan limbah B3 rutin melakukan simulasi ini. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan serta informasi terkait penanganan limbah B3,” ujar Kabid Pengendalian Pencemaran dan Penaatan Lingkungan DLHK Kota Depok, Bambang Supoyo, Rabu (20/11/19).

Dalam kegiatan tersebut, kata Bambang, peserta diedukasi untuk tanggap terhadap musibah yang ditimbulkan akibat limbah B3.

“Kegiatan simulasi ini bertujuan untuk melatih kepekaan dalam merespons setiap kejadian bencana. Karena kita tidak dapat mengetahui kapan dan di mana bencana itu terjadi,” ucapnya.

Dikatakannya, selain edukasi untuk penyelamatan diri, sebelumnya para peserta telah diberikan materi dalam ruangan dan teknik penyelamatan untuk orang lain, khususnya masyarakat yang terkena dampak dari limbah B3. Hal tersebut dilakukan agar dapat meminimalisir jumlah korban jiwa saat terjadi bencana.

“Jadi, setiap pribadi bisa menolong dan menyelamatkan diri sendiri, maupun orang lain jika terjadi bencana akibat limbah B3,” jelasnya.

Dirinya berharap, melalui simulasi tersebut, semakin banyak masyarakat yang mengerti cara menyelamatkan diri, bila terjadi situasi kegawatdaruratan. Dikatakannya, musibah yang ditimbulkan dari limbah B3 tidak melulu ditandai dengan adanya kebakaran.

Tetapi, juga adanya bahaya terhadap kesehatan manusia, karena cairan atau pun limbah tertentu dapat menimbulkan reaksi langsung jika terkena kulit manusia.

“Beberapa karakteristik limbah B3 antara lain mudah meledak, mudah menyala, reaktif, infeksius, korosif dan beracun. Mudah-mudahan dengan adanya simulasi, tim maupun masyarakat lebih memahami dan tetap tenang ketika musibah terjadi.” pungkasnya.

(RD/net/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds