Tak Terima Putusan, Bos First Travel Ajukan PK

Sejumlah barang bukti di halaman Kejaksaan Negeri Kota Depok dipindahkan petugas, Selasa (19/11/19). Radar Depok

Sejumlah barang bukti di halaman Kejaksaan Negeri Kota Depok dipindahkan petugas, Selasa (19/11/19). Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Bos First Travel Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan tak terima, dengan hasil putusan kasasi yang menyatakan aset First Travel diberikan negara.

Pasangan suami-istri yang membuat ribuan jamaahnya terkatung-katung itu, berencana mengajukan peninjauan kembali (PK).

Kuasa hukum bos First Travel, Pahrur Dalimunthe mengaku, akan mengajukan PK terkait penyitaan aset itu. “Klien kami (Andika Surachman) dalam waktu dekat akan mengajukan permohonan Peninjauan Kembali,” kata dia kepada Pojoksatu.id, Selasa (19/11/19).

Salah satu alasan yang dikemukakan adalah pihaknya mengklaim menemukan bukti baru. Di antaranya, kekeliruan putusan majelis hakim tingkat pertama hingga kasasi. Rencananya, upaya hukum luar biasa itu akan diajukan dalam dua pekan ke depan.

“Detailnya akan kami sampaikan saat pengajuan PK,” ucap Pahrur.

Di sisi lain, Pahrur menambahkan, kliennya sepakat dengan pernyataan Jaksa Agung ST Burhanuddin yang menyebut putusan kasasi MA dinilai bermasalah. Karena aset First Travel seluruhnya dirampas negara.

“Karena seharusnya secara hukum aset barang bukti pada kasus ini dikembalikan kepada korban (jamaah),” terang Pahrur.

Sementara, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mempertanyakan soal putusan MA tersebut. Mengenai dasarnya kenapa bisa aset milik First Travel dikembalikan oleh negara. Padahal yang merugi adalah para jemaah.

“Atas dasar apa negara merampas harta Jamaah? Kalau harta yang dirampas itu harta First Travel itu ya masih bisa. Tapi kalau harta dari jamaah, wah gimana ceritanya,” ujar Abbas di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (19/11).

Loading...

loading...

Feeds