Digerebek, Industri Rumahan Ilegal di Cimanggis Depok Ditutup

Polres Metro Depok menyegel lokasi industri rumahan, di Jalan Putri Tunggal, RT2/1, Kelurahan Harjamukti, Cimanggis. Radar Depok

Polres Metro Depok menyegel lokasi industri rumahan, di Jalan Putri Tunggal, RT2/1, Kelurahan Harjamukti, Cimanggis. Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Polisi menggerebek sebuah rumah mewah, di Jalan Putri Tunggal, RT2/1, Kelurahan Harjamukti, Cimanggis. Ditenggarai, lokasi tersebut menjadi tempat produksi sabun, pelembut pakaian, dan air mineral ilegal. Tidak memiliki izin.

Ketua RT2/1, Ahmad mengungkapkan, kegiatan di rumah tersebut memang sudah meresahkan warga sekitar.

“Selain karena tidak punya izin dari RT/RW setempat. Warga juga mencium bau menyengat dari tempat itu,” ungkapnya kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Jum’at (15/11/2019).

Menurutnya, bau menyengat tersebut bersumber dari bahan kimia yang digunakan untuk bahan baku produknya.

“Saat ini pelaku sudah dibawa ke Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saya serahkan semuanya kepada pihak berwajib,” ujar Ahmad.

Menurut pengakuan warga sekitar, Yusuf, sejak semalam, Kamis (14/11), rumah tersebut ramai polisi untuk mengecek lokasi.

“Karena kami terganggu dengan bau bahan kimia yang sangat menyengat. Tidak memiliki izin kepada aparatur pemerintah setempat,” lanjut Yusuf.

Di lokasi yang sama, Didi mengatakan, selain tak ada izin dan tarcium bau zat kimia. Pengisian air isi ulang nyatanya mengambil dari sumur.

“Namanya untuk berjualan, pasti dalam sehari ia mengambil air sangat banyak. Sehingga saat musim kemarau tiba, warga sekitar mengalami kekeringan,” tambahnya.

Didi juga menjelaskan, pada awal mengetahui pelaku mengambil air tanah disekitar rumah tersebut, warga sudah mengingatkan untuk tidak digunakan terlalu banyak.

“Warga sudah banyak yang mengeluh,” terangnya.

Terpisah, Kanit Kriminal Khusus Polres Metro Depok, AKP Firdaus mengatakan, penggerebekan ini dilandasi atas keluhan warga. Diketahui, industri rumahan itu bergerak di bidang pembuatan pelembut pakaian, pewangi pakaian, dan pencuci piring dari bahan kimia yang membahayakan.

“Dugaan pabrik ini produksi pewangi, pelembut, dan cairan cuci pakaian dan piring ilegal, mereka menggunakan bahan kimia,” katanya.

Dia mengungkapkan, dampak adanya produksi pabrik ini menganggu masyarakat yang berada di sekitar pabrik tersebut. Terutama pencemaran udara yang ditimbulkan pabrik.

“Efeknya ke masyarakat mencium bau yang menyengat dan dicek ada beberapa bahan kimia untuk memproduksi produk pewangi, pelembut, dan cuci piring,” tutur Firdaus.

Atas penemuan ini Polrestro Depok sudah mengamankan sejumlah orang termasuk pemilik pabrik tersebut. Mereka sedang diperiksa intensif. Pihaknya juga sudah menyegel bangunan tersebut.

“Kami sedang selidiki lebih lanjut atas kasus ini. Akan uji lab juga,” tandasnya.

(RD/cr1/dra/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds