Lima Hari, 41 Bidang Lahan di Lahan UIII Dikosongkan

Petugas menggunakan alat berat untuk merobohkan bangunan di lahan yang akan dijadikan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di kawasan Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (13/11/19). Radar Depok

Petugas menggunakan alat berat untuk merobohkan bangunan di lahan yang akan dijadikan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di kawasan Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Rabu (13/11/19). Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Lima hari sudah lahan milik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Kelurahan Cisalak, Sukmajaya Depok ditertibkan.

Agenda yang berakhir sekira pukul 12:00 WIB berjalan kondusif, tim penertiban pun sejuah ini telah mengosongkan 41 bidang lahan.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny mengungkapkan, pihaknya telah mengosongkan 41 bidang lahan yang diatasnya berdiri 14 bangunan permanen.

Pengosongan lahan tersebut sebagai realisasi dari kesepakatan antara Tim Terpadu Penertiban Lahan UIII bersama warga setempat. Sebelumnya, warga meminta tambahan waktu satu hari untuk memindahkan barang-barang dari lokasi tersebut.

”Jumlah tersebut ditambah dengan 3 bangunan milik warga yang sedang di-appraisal, dan dengan sukarela bangunannya dibongkar. Berarti totalnya ada 17 bangunan yang dibongkar,” kata Lienda di lokasi pembangunan kampus UIII kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (13/11/2019).

Lienda menjelaskan, tim tidak hanya sekedar melaksanakan penertiban. Namun, kata dia, Kementerian Agama RI menyediakan tempat tinggal sementara bagi warga, yang bangunannya ditertibkan dalam bentuk rumah kontrakan.

Sebenarnya, sebagai tanah negara, Kementerian Agama tidak berkewajiban menyediakan fasilitas tersebut. Hal itu, lanjut dia, sebagai bentuk kemanusiaan dari Tim Terpadu Penertiban Lahan UIII.

”Silahkan kalau ada yang mau mempergunakan fasilitas itu, dan kami akan menyampaikannya ke Kemenag,” ujarnya.

Seperti diketahui, sekelompok warga yang menempati lahan tersebut menolak ditertibkan. Lantaran mengaku memiliki dasar Eigendom Verponding sebagai legitimasi mereka untuk menempati tanah tersebut.

Kepala Seksi Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Depok, Medy Lelelangan telah menegaskan, Eigendom Verponding No. 448 seperti yang diakui beberapa warga tidak dalam daftar tanah-tanah Partikelir dan Eigendom di BPN RI. Melainkan tanah tersebut berasal dari Eigendom Verponding No. 23 atas nama Maatschappij To Exploitatie Van Het Land Tjimanggis.

”Jadi Verponding itu hanya riwayat saja, tidak bisa dipakai untuk pembuktian saat ini,” tegas Medy.

(RD/rub/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds