Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Depok


WJS diduga berperan sebagai Hubungan International (HI) pada tahun 2014, pernah menjadi pelatih di Moro tahun 1999 angkatan pertama sampai 2001/2002. kemudian memiliki keahlian membuat bom dan perakit senjata, pernah ke Suriah tahun 2012 bersama Askari dengan tujuan menjalin hubungan dengan Free Syirian Army (FSA).

Selain itu, sempat melakukan perjalanan ke beberapa negara pada periode tahun 2012-2013 antara lain Thailand, Vietnam, Qatar, Singapura, Filipina, Uni Emirat Arab, Sri Lanka, Hongkong. Ketika ditangkap polisi juga mengamankan sebuah sepeda motor Honda Beat merah bernopol B 6726 URQ.

Informasi penangkapan itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Argo mengatakan, terduga terosis berinisial WJS ditangkap pada Rabu (13/11) pukul 06.10 WIB.

“Iya benar, ditangkap di kawasan Depok,” kata Argo kepada wartawan.

Argo mengatakan WJS ditangkap di sebuah sekolah. Berdasarkan pemeriksaan sementara, WJS memiliki keahlian militer membuat bom atau peledak dan merakit senjata. Dia juga pernah menjadi pelatih di Moro Islamic Liberation Front (MILF) di Mindanao, di selatan Filipina.

“Yang bersangkutan pernah menjadi pelatih di Moro tahun 1999 angkatan pertama sampai 2001/2002,” ungkap Argo.

Selain itu, lanjut Argo, WJS juga pernah berkunjung ke Suriah pada tahun 2012 bersama pimpinan jaringan teroris Jamaah Islamiah (JI), Abu Askari.

Tujuan kunjungan tersebut adalah menjalin hubungan dengan pemberontak yang tergabung dalam Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army/FRA).

Saat ini, WJS masih diperiksa intensif oleh tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

(RD/rub/kcm/**/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds