Smart City Kota Depok Diapresiasi Pusat

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna (tiga dari kiri) didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, Sidik Mulyono (tiga dari kanan) saat menghadiri evaluasi Masterplan Smart City di Balai Sudirman, Jakarta.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna (tiga dari kiri) didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, Sidik Mulyono (tiga dari kanan) saat menghadiri evaluasi Masterplan Smart City di Balai Sudirman, Jakarta.

POJOKJABAR.com, DEPOK – Pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI memberikan penghargaan berupa piagam kepada Pemkot Depok.

Hal tersebut sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Pemkot Depok dalam menyusun rencana induk (masterplan) Kota Cerdas (Smart City) Kota Depok.

Kegiatan evaluasi Masterplan Smart City Program Gerakan Maju Menuju 100 Smart City 2019 tersebut berlangsung di Balai Sudirman, Jakarta. Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, Smart City di Indonesia perlu menunjukkan dan memunculkan kekhasan daerah yang menjadi data tarik, menawarkan kearifan lokal tiap daerah, serta tidak sekedar mengikuti trend yang ada.

“Kreativitas yang tepat dapat memberikan solusi, sesuai masalah yang dihadapi daerah saat ini, sekaligus sebagai antisipasi di masa depan,” katanya, Rabu (6/11).

Pradi mengungkapkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat menularkan semangat inovasi daerah-daerah yang belum melaksanakan gerakan smart city.

“Daerah lain perlu diajak untuk menjalankan program smart city ini,” bebernya.

Dia menambahkan, saat ini informasi teknologi sudah sangat maju dan terbuka sehingga dapat dimanfaatkan untuk melakukan kolaborasi dalam meneruskan momentum kebangkitan Indonesia.

“Dengan smart city kita akan melanjutkan Indonesia yang lebih baik,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono menuturkan, pihaknya telah menyelesaikan penyusunan masterplan Smart City sejak bulan Oktober lalu. Terdapat tiga program cepat (quick win) yang menjadi prioritas utama dalam penerapan Smart City di Kota Depok.

“Untuk quick win memang tidak bisa diambil semuannya, Kita pilih yang hanya menjadi prioritas yaitu aplikasi Depok Single Window (DSW), aplikasi Hai Depok, dan Program Smart Healthy City (Kota Sehat),” kata Sidik.

Dirinya menambahkan, masterplan yang disusun tersebut telah mewakili kebutuhan pembangunan Kota Depok ke depan. Sebab, menurutnya, saat proses penyusunannya, pihaknya juga melibatkan seluruh stakeholder. Mulai dari akademisi, pengusaha, komunitas, hingga media.

“Jadi, masterplan yang kita susun ini memang benar-benar mewakili apa yang menjadi kebutuhan dalam pembangunan Kota Depok ke depan, karena melibatkan seluruh elemen,” tandasnya.

(RD/dra/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds