Pasutri di Cipayung Depok Ditabrak KRL, Istri Tewas, Suami Patah-patah

Kendaraan korban Yamaha Mio Soul GT Merah bersama korban tewas Titin Primarani Ruswita (tertutup kain) setelah terjadi kecelakaan dengan KRL Jakarta Bogor di Pintu Rel Gang Laskar, Kelurahan Boponter, Cipayung. Radar Depok

Kendaraan korban Yamaha Mio Soul GT Merah bersama korban tewas Titin Primarani Ruswita (tertutup kain) setelah terjadi kecelakaan dengan KRL Jakarta Bogor di Pintu Rel Gang Laskar, Kelurahan Boponter, Cipayung. Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Palang pintu ilegal lagi-lagi menjadi keladinya. Senin, 30 September 2019 lalu mini bus ditabrak Kereta Rel Listrik (KRL), hingga menewaskan 2 jiwa di Jalan H. Doel Bojong Pondok Terong, Cipayung, Kota Depok.

Nah kemarin, sekira pukul 04:00 WIB giliran suami istri, Akhmad Saquile dan Titin Primarani Ruswita yang dihajar KRL. Sang suami mesti mengikhlaskan istrinya Titin meninggal ketika berbocengan mengendarai Yamaha Mio Soul GT Merah, Pintu Rel Gang Laskar, Kelurahan Boponter, Cipayung Depok.

“Ya, satu korban meninggal dan satunya lagi luka dilarikan ke RS Citama Bogor,” jelas Kapolsek Pancoranmas, Kompol Tirhardi, kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (22/10/2019).

Diketahui, kata kapolsek korban luka Akhmad Saquie suami dari korban. Kejadian tersebut lantaran sepasang suami istri ini tak menyadari ada kerera melintas, dengan seketika menyambar.

“Korban gunakan motor jenis Yamaha Mio Soul GT Merah nopol B 6881 VBX,” tambahnya.

Saat ini korban tewas dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk dilakukan otopsi. Menurut saksi mata, Doni Prada yang kediamannya tak jauh dengan lokasi kejadian di RW5 Kelurahan Boponter menuturkan, dia mendengar suara benturan keras hingga membuat warga sekitar keluar.

“Saya dengar tapi pas keluar sudah ramai orang, nggak lama petugas kepolisian darang mengamakan lokasi,” tuturnya.

Namun, dia berharap ada penanganan serius dari pihak terkait, karena kejadian kecelakaan pintu kereta terus terjadi.

“Harus ada langkah tegas untuk antisipasi ini, masa jatuh korban terus. saya yang tinggal jadi takut,” tutupnya.

(RD/arn/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds