Cegah Aksi Asusila di Tempat Umum, Pemkot Depok Tambah CCTV

Ilustrasi CCTV

Ilustrasi CCTV


POJOKJABAR.com, DEPOK – Guna mencegah aksi asusila, seperti pamer kemaluan di tempat umum, Pemkot Depok bakal memasang ribuan CCTV di setiap wilayah Kota Depok. Hal itu disampaikan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna.

Pradi mengaku, tak rela di Depok banyak pelaku pamer kemaluan. Karena sangat mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Info ini (mamerkan alat kelamin, red) bersumber dari masyarakat, kami terima kasih masyarakat yang berani sampaikan hal ini,” kata Pradi kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).

Sehingga saat ini Pemkot Depok menindak lanjuti dengan Forkopimda, vertikal atau kepolisian di Depok dalam kasus ini.

“Gak rela juga lah wilayah kita tercemar hal seperti ini,” kata Pradi.

Sebelumnya, ulah pria yang memamerkan alat kelamin di Depok, Jawa Barat menggemparkan media sosial. Tindakan itu merupakan exhibisionisme (penyimpangan seksual dengan memamerkan alat kelamin di depan umum, red) itu awalnya dibagikan oleh seorang warganet.

Kisah tersebut kemudian viral setelah diposting jejaring sosial Instagram @depok_update, Kamis (17/10). Kebetulan saat itu, korban berada dalam angkot yang sama dengan bapak-bapak yang memamerkan alat kelaminnya.

Korban mengaku duduk berhadapan dengan pelaku. Sepanjang jalan, ia memilih untuk memainkan ponselnya. Tapi seketika terkejut, ketika melihat orang di depannya mengubah posisi kaki lalu memamerkan kemaluannya.

“Pas saya naik saya fokus main hp sepanjang perjalanan pas saya matiin ponsel saya baru sadar bapak-bapak di depan saya duduk dengan posisi kaki dibuka dan kemaluannya dikeluarkan dari dalam sletingnya,” curhat korban di instagram.

Sontak hal membuat korban ketakutan sampai gemetar, namun ia tidak berani menegurnya karena berada di dalam angkot. Meski begitu, ia sempat merekam video ulah pelaku exhibisionisme sebagai bukti bahwa kejadian tersebut benar terjadi.

Pelaku yang sadar ulahnya tengah direkam pun langsung menutupi kemaluannya dengan tangan.

“Saya langsung gemetar min gak berani negur krna didalam angkot. Saya sempat merekam nya min cuma dia mungkin agak sadar langsung dia tutupi dengan tangannya,” sambung korban.

Sementara itu, korban yang masih syok, tak lama memilih turun dari angkot.

(RD/rub/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds