Pemkot Depok Sambut Hari Santri Nasional

Wakil walikota depok, Pradi Supriatna.

Wakil walikota depok, Pradi Supriatna.

POJOKJABAR.com, DEPOK – Menghadapi Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober, Pemkot Depok memberlakukan aturan dengan mewajibkan semua Aparatur Sipil Negara (ASN) mengunakan pakaian muslim di lingkungan Pemkot Depok.

“Iya benar, semua ASN Pemkot Depok diwajibkan menggunakan pakaian muslim. Info itu sudah dibuatkan surat edaran Walikota,” kata Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, senin (21/10/19).

Pradi menjelaskan, penggunaan pakaian muslim di lingkup Pemkot Depok berdasarkan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 003.3 /Yanbangsos tentang Hari Santri Nasional di lingkungan Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten atau kota tanggal 17 Oktober 2019.

Pakaian muslim yang harus dikenakan ASN pakaian atasan koko, celana hitam dan peci bagi ASN laki laki. Sedangkan bagi perempuan mengunakan pakaian muslimah.

Kendati demkian, ada pengecualian bagi ASN yang bertugas di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), dan Damkar Kota Depok dalam memperingati Hari Santri tersebut.

”Tapi ASN maupun honorer di tiga dinas tersebut harus menggunakan peci dan selendang sarung bagi laki-laki,” pungkas Pradi.

Sementara itu untuk memperingati hari santri, Pradi Supriatna mengaku akan menggunakan sarung saat berkantor hari ini.

“Kalau saya mau pakai sarung,” tukas Pradi.

(RD/rub/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds