Kasus Narkoba di Kota Depok, Satu Kg Ganja Diupah Rp500 Ribu

Kapolresta Depok, Azis Andriansyah dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna melakukan rilis ungkap kasus ganja 38 Kg, di Mapolresta. Radar Depok

Kapolresta Depok, Azis Andriansyah dan Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna melakukan rilis ungkap kasus ganja 38 Kg, di Mapolresta. Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok masih melakukan penyelidikan mendalam kepada FF (19) dan MFS (16), dua remaja yang kedapatan menyimpan 38 KG ganja siap edar.

Seperti diketahui, mereka ditangkap di wilayah Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoranmas, Minggu (6/10) sekitar pukul 01:00 WIB. Kapolresta Depok, AKBP Azis Andriansyah mengaku cukup kaget. Karena berdasarkan hasil pemeriksaan, salah seorang pelaku masih berstatus pelajar.

“Dia (salah seorang pelaku) masih sekolah di Depok,” ungkap Azis saat menggelar rilis pengungkapan kasus, di Mapolresta Depok, Senin (14/10/19).

Ia menambahkan, penangkapan FF merupakan hasil pengembangan kasus. Sebelumnya, lebih dulu polisi mengamankan MFS, selaku kurir narkoba. Lebih jauh, sambung dia, untuk sementara motif yang ditangkap adalah soal uang. Pelaku mengaku tergoda dengan upah yang dijanjikan.

“Mereka tergiur untuk mendapatkan hasil dari penjualan tersebut,” tambah Azis. Untuk 1 Kg ganja yang dikirim, pelaku menerima uang sebesar Rp500 ribu.

Semula, para pelaku ini hanyalah pemakai saja. Tapi lambat laun, keduanya memperoleh jaringah untuk perdagangan narkoba. Khususnya dalam hal ganja. Ia menambahkan, pelaku berhubungan dengan jaringan narkoba dari lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Pihaknya masih akan terus menggali keterangan, guna mencari potensi pelaku lain. Termasuk aktor yang berada di Lapas.

“Kami berkomitmen melawan narkoba,” tegasnya.

Loading...

loading...

Feeds