Polda Metro Jaya Mulai Lidik Kasus Tol Desari

Tampak terlihat tiang kerangka besi proyek Tol Depok Antasari (Desari), Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo yang ambruk, Selasa (8/10/19). Radar Depok

Tampak terlihat tiang kerangka besi proyek Tol Depok Antasari (Desari), Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo yang ambruk, Selasa (8/10/19). Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Polda Metro Jaya terus kebut menindaklanjuti ambruknya kerangka besi proyek Tol Depok-Antasasri (Desari), Selasa (8/10/19) dini hari.

Kemarin, Polda masih mengumpulkan data dan keterangan terkait kejadian di lokasi ambruknya konstruksi besi di Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengaku, masih mengumpulkan data, terkait kelalaian kontraktor dalam membangun jalan Tol Desari.

“Data dulu di cari, jadi masih dalam penyelidikan,” kata Kombes Argo kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Kamis (10/10/2019).

Dia juga mengaku, sejauh ini belum ada pemeriksaan terhadap saksi, sehingga polisi belum bisa menentukan tersangka dalam kasus tersebut.

“Masih lidik ya belum, (saksi belum diperiksa),” tegas Kombes Argo.

Seperti di ketahui konstruksi besi bisa amblas karena kontur tanah yang tidak padat, sehingga tidak mampu menahan beban diatasnya. Padahal sebelum proyek dikerjakan kontraktor dituntut untuk memastikan kontur tanah aman untuk di kerjakan.

Kepala Bagian Umum PT Girder Indonesia (PT GI), Arif Andreas menjelaskan, sebenarnya para pekerjaan telah melakukan persiapan sebelum pengecoran sesuai prosedur yang berlaku.

Pelaksanaan pengecoran Top Slab Box Traffic Ramp 8 dimulai pada Senin, 7 Oktober 2019 pukul 15:03 WIB, dengan total volume rencana pengecoran sebesar 792 meter kubik. Dia mengatakan, pengecoran menggunakan dua Concrete Pump (CP).

Pengecoran dimulai dari dua sisi, yaitu sisi Timur ke sisi Barat (CP1), dan dari sisi Barat ke sisi Timur (CP2). Pengecoran pertama dilakukan di area chamber sisi Utara dan sisi Selatan.

Pengecoran selanjutnya dilaksanakan pada slab tebal 90 cm dengan sistem pengecoran lapis perlapis enam lapis dengan ketebalan per lapisnya 15 centimeter (Cm).

Pada saat pengecoran tersisa kira-kira 180 meter kubik dengan asumsi panjang 52 meter lebar 11,8 meter. Dan tinggi 30 centimeter terjadi penurunan pada baseform sisi barat. Pengecoran dihentikan sekitar pukul 01:42 WIB.

“Penurunan terjadi dimulai dari sisi Barat ke arah sisi Timur. Diperintahkan semua pekerja untuk menjauhi area pengecoran dari lokasi kerja. Beruntung tidak ada korban jiwa,” beber Andreas.

Dia menjelaskan, penyebab penghentian pengecoran top slab box traffic ramp 8, lantaran adanya indikasi penurunan pada baseform sisi Barat saat pengecoran dua lapis terakhir.

Sehubungan kondisi lendutan yang terjadi semakin bertambah, dan dikhawatirkan menyebabkan perlemahan jika diteruskan. Maka pengecoran dihentikan.

(RD/rub/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds