Kasus Sengketa Lahan, Petamburan Gugat Pedagang Pasar Kemirimuka

Dianggap lakukan perbuatan melawan hukum, PT PJR gugat Mulyadi, dkk di PN Depok, senin (30/9/19). Radar Depok

Dianggap lakukan perbuatan melawan hukum, PT PJR gugat Mulyadi, dkk di PN Depok, senin (30/9/19). Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Sengketa kepemilikan lahan Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji Depok, kembali bergejolak. Kali ini giliran pedagang yang digugat PT Petamburan Jaya Raya (PJR).

PT PJR melakukan gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Jawa Barat, terhadap Tergugat Mulyadi, Zamaludin, Darul Muhsinin, Salum, dan Poltik Syahmawin Purba karena dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum, Senin (30/9).

Sidang pertama gugatan tersebut digelar, di Ruang Sidang IV dengan Nomor Perkara 219/Pdt.G/2019/PN Depok. Majelis Hakim dalam perkara tersebut dipimpin Eko Julianto dengan anggota Nanang Herjunanto dan Sri Rejeki Marsinta.

Kuasa Hukum PT PJR, Romulo Silaen menerangkan, kliennya melakukan gugatan terhadap para penggugat tersebut, lantaran dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum.

“Intinya dulu PT PJR menggugat Pemkot Depok, BPN Depok dan Pemkab Bogor. Saat itu dari tingkat PN, banding hingga Kasasi pihak PT PJR menang. Terus, Pemkot Depok ajukan Peninjauan Kembali (PK),” ungkapnya kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Senin (30/09/2019).

Romulo menerangkan, dalam PK itu pihak Pemkot Depok menyatakan ada bukti baru (novum). Novum tersebut berupa kuitansi pembayaran dari Mulyadi dan Poltik, untuk pembelian awning atau tenda dari PT. PJR. Namun, PK tersebut ditolak dan pihak Pemkot Depok pun tetap kalah.

“Setelah PK berlalu, ada perlawanan dari pihak ketiga yakni, P3KM. Saat itu, kuitansi pembelian awning/tenda atas nama Mulyadi tersebut kembali dimasukkan menjadi alat bukti dalam perlawan tersebut dan di PN Depok, kalah. Perlawanan ini merupakan Derden Verzet Jilid Pertama,” jelasnya.

Loading...

loading...

Feeds

buku nikah

Tahun 2020, Nikah Makin Sulit

Mulai tahun 2020, calon pengantin (catin) yang akan melangsungkan pernikahan nampaknya tidak akan semudah membalikan telapak tangan,