Sosialisasi Jalur Lambat dan Cepat di Jalan Margonda, Pagi Rapih, Sore Berantakan

Sejumlah kendaraan saat melaju di jalur cepat dan lambat Jalan Margonda Raya. Ahmad Fachry/Radar Depok

Sejumlah kendaraan saat melaju di jalur cepat dan lambat Jalan Margonda Raya. Ahmad Fachry/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Ada yang unik dalam aksi sosialisasi peggunaan jalur lambat dan cepat di kawasan Jalan Margonda. Tidak hanya polisi berseragam saja yang turun ke jalanan, tetapi tampak juga manusia silver memegang papan imbauan keselamatan berlalu lintas.

Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo mengatakan, kegiatan sosialisasi pelarangan angkot dan motor masuk ke jalur lancar di Jalan Margonda, pihaknya sengaja melibatkan manusia silver, agar lebih menarik perhatian untuk para pengendara yang melintas.

“Untuk sosialisasi kita menggunakan dua orang yang dicat silver di persimpangan Ramanda menuju Jalan Margonda sambil memegang spanduk himbauan,” katanya.

Sutomo menuturkan, pihaknya mengajak pada pengendara untuk menggunakan jalur lambat, jika mereka membawa motor atau angkutan umum. Sedangkan, untuk mereka yang menggunakan mobil pribadi bisa menggunakan jalur lancar.

“Mulai dari lampu merah simpang Ramanda mengarah ke Jakarta sudah dipasang rambu-rambu larangan jalur lancar khusus mobil dan jalur lambat untuk motor dan angkutan umum. Selama uji coba dilakukan seminggu tidak ada upaya penilangan, hanya teguran ke pengendara motor jika masih ada yang melanggar,” tambahnya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Sat Lantas Polresta Depok, di Jalan Margonda rawan terjadinya kecelakaan dengan korban lebih banyak kendaraan roda dua.

“Penyebab rawan kecelakaan lalu lintas di Jalan Margonda, adalah kurang tertib. Pengendara motor masuk ke jalur cepat yang sebenarnya hanya diperbolehkan buat mobil saja,”paparnya.

Sebanyak 27 personil termasuk Polwan ditempatkan di sembilan titik sepanjang Jalan Margonda arah Jakarta.

“Setelah ditetapkan menjadi Kawasan Tertib Lalulintas (KTL), kini Jalan Margonda diberlakukan jalur lancar dan lambat sudah diberlakukan jauh-jauh hari. Lantaran masih kurang tingkat kesadaran pengendara masih ada motor melanggar juga,” tuturnya.

Sementara, pantauan Radar Depok saat sore hari setelah petugas tak lagi berjaga motor kembali ke jalur cepat, lalu lintas berantakan lagi. “Harus ditunggu 24 jam kayanya baru masyarakat sadar,” kata Samosir salah satu pengguna jalan.

(RD/rub/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds