PHK 108 Karyawan Secara Sepihak, Pabrik 2 Tang di Kota Depok Didemo

Serikat pekerja PT. Tangmas sedang melakukan unjuk rasa di depan kantor PT. Tangmas untuk melawan kesemena – menaan manajemen perusahaan yang melakukan PHK sepihak kepada 108 orang karyawannya. Radar Depok

Serikat pekerja PT. Tangmas sedang melakukan unjuk rasa di depan kantor PT. Tangmas untuk melawan kesemena – menaan manajemen perusahaan yang melakukan PHK sepihak kepada 108 orang karyawannya. Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Ratusan buruh pabrik PT Tang Mas, Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos Depok, didemo karyawannya, Rabu (18/9/19). Pemicu aksi, lantaran perusahaan yang memproduksi 2 Tang ini melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak kepada 108 karyawan.

“Demo ini adalah aksi solidaritas kami terhadap tindakan PHK sepihak yang dilakukan PT. Tang Mas Cimanggis kepada rekan–rekan kami,” kata Ketua Serikat Pekerja PT. Tang Mas Cimanggis, Ali Suhendar kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (18/09/2019).

Dia mengungkapkan, sebelumnya pihak karyawan yang diwakilkan serikat pekerja sudah melakukan perundingan dengan manajemen PT Tang Mas Cimanggis. Itu untuk membahas beberapa hal diantaranya terkait nasib karyawan yang dirumahkan, tunggakan BPJS Ketenagakerjaan karyawan yang tertunggak, kenaikan gaji tahun 2019 yang belum direalisasikan.

“Pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan apapun,” katanya.

Lalu pihaknya kembali mengadakan pertemuan kedua dengan bipartite namun masih nihil. Kemudian dengan menggandeng lembaga tripartite yaitu Dinas Ketenaga Kerjaan Kota Depok. Namun, mediasi tersebut juga tidak membuahkan hasil walau sudah menempuh tiga kali perundingan.

Pihak perusahaan, kata Ali beralasan mereka mengalami kerugian dan mengambil keputusan untuk merumahkan sebanyak 108 orang karyawannya. Dengan pola pembayaran yang mengacu pada Perjanjian Kerja Bersama (PKB) pasal 38 nomor 4 pin a,b,c dan lanjut proses efisiensi dengan melakukan PHK. Dan memberikan kompensasi kepada karyawan berupa uang pesangun sebesar satu bulan gaji dicicil 18 bulan.

Pihaknya berpendapat, perusahaan melakukan tindakan merumahkan 108 karyawanya tersebut merupakan hal yang lumrah, sesuai dengan kesepakatan di PKB. Namun proses PHK yang dilakukan perusahan sudah berlebihan, dan tidak dapat diterima oleh seluruh karyawan. Apalagi PHK tersebut dilakuan secara sepihak tanpa memberikan surat pemberitahuan PHK kepada 108 karyawan tersebut.

“ Para karyawan yang di PHK sepihak menuntut pesangon sebesar 2 kali ketentuan pasal 156 ayat (2) nomor 13 tahun 2003, yaitu uang penggantian 15 persen dari masa kerja, pasal 15 ayat (3) pemerintah (dinas tenaga kerja) ,” tuturnya.

Loading...

loading...

Feeds