Maling di SDN Cipayung 4 Dicokok Polisi

Kanit Reskrim Polsek Pancoranmas, Iptu Hendra menunjukkan barang bukti berupa alat elektronik hasil curian di SDN Cipayung 4 yang terjadi beberapa waktu lalu, Selasa (17/9/19).

Kanit Reskrim Polsek Pancoranmas, Iptu Hendra menunjukkan barang bukti berupa alat elektronik hasil curian di SDN Cipayung 4 yang terjadi beberapa waktu lalu, Selasa (17/9/19).

POJOKJABAR.com, DEPOK – Setelah buron hampir sebulan. Tiga maling yang menyatroni SDN Cipayung 4 pada akhir Agustus lalu, akhirnya ditangkap polisi di Bojonggede, Selasa (17/9/19). Pol isi mengendus keberadaan pelaku, saat pelaku memasarkan barang hasil curiannya melalui online.

Tiga pelaku yang ditangkap anggota Reskrim Polsek Pancoranmas, di antaranya RK (24) sebagai kapten, SI (17), dan RS (28). Ketiganya target operasi polisi karena telah mencuri di SDN Cipayung 4, di Kampung Pulo RT1/8, Cipayung Jaya, Minggu (25/8).

“Setelah anggota melakukan patroli di media online, mencurigai salah satu penjual menawarkan elektronik. Setelah itu segera dipancing akhirnya kami amankan ternyata para pelaku ini pemain yang telah mencuri di sekolah SDN Cipayung 4,” kata Kanit Reskrim Polsek Pancoranmas, Iptu Hendra kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (17/09/2019).

Guna mengelabui masyarakat dan anggota kepolisian, pelaku menyimpan hasil curian selama ini di pool angkot daerah Bojonggede. Pelaku juga menutupi barang bukti menggunkan kain bekas.

Berdasarkan keterangan pelaku, Hendra menyebut, ketiganya melakukan aksi pencurian dengan memanjat pagar sekolah. Lalu mencongkel jendela ruangan menggunakan obeng. Sang kapten RK adalah otak dari pencurian di sekolah tersebut.

“Pelaku mengambil barang elektronik, seperti mesin fotocopy, AC, finger print, dan alat elektronik lainnya,” ujarnya.

Setelah mengumpulkan semua hasil curian, mereka membawa satu persatu barang ke rumah kontrakan yang jaraknya hanya 100 meter dari TKP. Padahal, pelaku membawa barang bukti dengan jalan kaki, namun tidak ada warga yang mencurigai ketiganya.

“Total kerugian mencapai Rp38 juta,” tegas Hendra.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tiga garong ini dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan ancaman lima tahun penjara.

“Pelaku yang dibawah umur penanganannya beda dengan yang sudah dewasa proses hukumnya,” pungkas Hendra.

(RD/san/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds