Pungli Pasar Cisalak Masih Berlangsung, Internal Kejari Kota Depok Saling Tunjuk

Beginilah suasana pasar di samping Pasar Cisalak, Kecamatan Cimanggis Depok yang diduga tiap hari dipungli. Radar Depok

Beginilah suasana pasar di samping Pasar Cisalak, Kecamatan Cimanggis Depok yang diduga tiap hari dipungli. Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Pungutan liar (Pungli) terhadap ratusan pedagang di area pasar tradisional di Pasar Cisalak, makin menggurita saja.

Belum lama, aktivitas penarikan retribusi secara ilegal itu memancing keributan antara pedagang dengan tiga petugas lingkungan RT4/4 Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis Depok.

Pangkal keributan terjadi ketika para pedagang meminta kuitansi penarikan pungli, kepada tiga petugas lingkungan RT. Karena retribusi ilegal yang dipungli tidak sedikit.

Jumlah pungli per pedagang per hari berkisar Rp5000-Rp10.000×900 orang. Para pedagang mau membayar retribusi asal disertakan kuitansi sebagai tanda bukti.

Salah satu pedagang, Herman mengatakan, para pedagang sudah sejak lama mengeluhkan pungli kepada petugas Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli), dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok.

Pedagang mengadu kepada Kejaksaan soal praktek pungli petugas RT yang merugikan para pedagang. Herman yang sudah tiga tahun membuka lapak di Jalan Raya Bogor di depan Pasar Cisalak mengaku, tiap hari dipungli petugas retribusi liar Rp5.000.

Petugas retribusi ilegal itu mematok harga untuk sewa lapak, uang kebersihan serta untuk parkir Rp5.000 per hari. Jumlah pedagang yang menggelar lapaknya di Jalan Raya Bogor, Jalan Uhan, Jalan Koja, Jalan Gadog, dan jalan samping Pasar Cisalak saat ini sebanyak 900-an orang.

Tak hanya pedagang, pengunjung pasar yang membawa motor berbelanja ke Pasar Cisalak juga tak luput dari sasaran pungli. Tiap pemotor dipungli Rp2.000. Pemotor yang memarkirkan motornya di Jalan Raya Bogor, Jalan Uhan, Jalan Koja, Jalan Gadok dan samping Pasar Cidalak mencapai 200-an sehari.

Loading...

loading...

Feeds