Atasi Kecelakaan di Perlintasan Rel Kereta Perlu Upaya Konkret

Pengendara motor menunggu kereta api.

Pengendara motor menunggu kereta api.

POJOKJABAR.com, DEPOK – Kecelakaan pada perlintasan sebidang antara rel kereta dan jalan tidak bisa disepelekan begitu saja. Merujuk data 2018 Direktorat Keselamatan Ditjen Pekeretaapian, rata-rata terjadi 276 kecelakaan per tahun dan 23 kecelakaan per bulan di perlintasan rel.

Masih dari sumber yang sama di 2019, setidaknya terdapat 4.854 perlintasan di Jabodetabek. Perlintasan yang sebidang 92,67 persen dan 384 perlintasan tidak sebidang 7,33 persen.

Perlintasan sebidang, terdiri dari 1.238 perlintasan dijaga (23,63 persen), 2.046 perlintasan tidak dijaga (39,06 persen), dan 1.570 merupakan perlintasan liar (29,97 persen).

Pengamat Transportasi Publik, Djoko Setjowarno mengatakan, harus ada harmonisasi antara PT KAI dengan pemerintah daerah. Sehingga upaya penanganan masalah kecelakaan bisa diminimalisir.

“Harmonisasi dan sinergi antara Ditjen Perkertetapian dengan PT KAI dan pemerintah daerah diperlukan untuk menekan angka kecelakaan yang terjadi,” ungkapnya.

Kata dia, aparat kepolisian harus lebih agresif lagi untuk menindak pelanggar di perlintasan sebidang. Perlintasan sebidang antara jalan kereta dan jalan. Prinsipnya dibangun tidak sebidang.

“Namun jika dibangun sebidang, hanya bersifat sementara yang harus memperhatikan keselamatan operasional KA dan penguna jalan raya,” terangnya.

Masalah perlintasan sebidang selalu kontroversial. Di satu sisi, masyarakat membutuhkan akses jalan yang lebih singkat. Akan tetapi, di sisil ain, perlintasan itu juga menjadi sumber petaka.

“Selain menjadi simpul terjadinya kecelakaan, perlintasan sebidang juga menjadi pangkal kemacetan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta depok, Kompol Sutomo terus mengupayakan penertiban dan pengaturan lalu lintas di kawasan hukum Polresta Depok.

“Kami akan terus mengawasi dan mengurai lalin di kawasan hukum Polresta Depok, diharapkan semua pihak saling mendukung dan tidak mengandalakan satu sama lain,” pungkasnya.

(RD/rub/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds