Kantor Pelayanan PBB dan BPHTB di Balaikota Depok Diserbu Wajib Pajak

Warga saat membayar pajak di Kantor Pelayanan PBB dan BPHTB di Balaikota Depok, Selasa (27/8/19). Radar Depok

Warga saat membayar pajak di Kantor Pelayanan PBB dan BPHTB di Balaikota Depok, Selasa (27/8/19). Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Pada Selasa (27/8/19), kantor pelayanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), diserbu wajib pajak. Karena membeludak, Badan Keuangan Daerah (BKD) harus membuka loket tambahan khusus.

Kepala Bidang Pendapatan Daerah II, BKD Kota Depok, Muhammad Reza menyebutkan, pihaknya membuka loket tambahan khusus untuk mengantisipasi membeludaknya warga yang membayar PBB di dalam ruangan.

“Loket khusus ini dibuka selama lima hari, terhitung sejak Senin-Jumat besok. Untuk antisipasi pembludakan di dalam kantor pelayanan,” kata Reza kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (27/08/2019).

Reza mengungkapkan, dalam sehari ada sekitar lebih dari 200 wajib pajak yang datang ke kantor pelayanan apabila sudah mendekati jatuh tempo. Sehingga dua loket yang berada di dalam ruang pelayanan tidak bisa mengakomodir seluruhnya.

Loket khusus pembayaran PBB ini hanya ada hingga 30 Agustus 2019. Loket dibuka mulai pukul 08:00 sampai 15:00. Pantauan Radar Depok, ruang pelayanan pembayaran PBB dipadati wajib pajak. Mengingat jatuh tempo pembayaran PBB hingga 31 Agustus 2019.

Reza menuturkan bahwa pembayaran PBB bisa dilakukan dimana saja yang menjadi mitra Pemkot Depok. Seperti Bank di sekitar Depok, ritel-ritel, tokopedia, kantor pos, dan sebelas kantor kecamatan.

Berdasarkan data realtime di laman resmi pelayanan PBB dan BPHTB bidang pajak daerah II Kota Depok, per hari ini (27/8) ada 5.923 wajib pajak telah melunasi pajaknya. Dari target Rp295 miliar, sampai H-4 jatuh tempo sudah genap lebih dari Rp218 miliar.

“Kami optimis target Rp295 miliar dapat tercapai,” pungkas Reza.

(RD/san/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds