Musim Kemarau, Tiga Kelurahan di Kota Depok Kekeringan

Ilustrasi kekeringan

Ilustrasi kekeringan


POJOKJABAR.com, DEPOK – Kendati hujan masih malu-malu membasahi Kota Depok, kemarin. Nyatanya kekeringan masih melanda. Berdsarkan data Palang Merah Indonesia (PMI) Depok, ada tiga kelurahan yang meminta air bersih. Di Jalan Saidun RT1/4 Kelurahan Meruyung, Limo Depok misalnya. Di lokasi tersebut PMI sudah mendistribusikan air bersih 3.000 liter.

Koordinator Suplai Air Bersih PMI Depok , Imron Maulana mengatakan, adanya laporan pihaknya langsung bergerak cepat memasok air ke Jalan Saidun RT1/4 Kelurahan Meruyung. Sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) menerima air bersih.

Semenjak armada tangki air berkapasitas 3.000 liter masuk dalam Markas PMI Depok di Jalan Boulevard GDC, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, sosialisasi segera dilakukan.

“Begitu dapat mobil kami langsung sosialisasi kepada PMI di tingkat kecamatan untuk memberitahukan warga yang sumurnya mulai kering. Sehingga dapat segera hubungi kami dengan format alamat lengkap whatssapp atau bisa share location,” jelas Imron kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Kamis (23/08/2019).

Sampai saat ini, sebanyak tiga keluarahan sudah masuk dalam daftar PMI, diantaranya Kelurahan Meruyung yang sudah didistribusi, Kelurahan Harjamukti, dan Kelurahan Tugu.
Sebanyak empat petugas PMI terjun ke lokasi termasuk Kepala Markas Mutjaba Iskandar, didampingi Sarah Aprilianti, serta driver M Tjiptadi dan relawan Risky Abdul saat mendistribusikan.

“Antusias mereka begitu luar biasa, karena memang musim kemarau sudah menjadi langganan. Insya Allah kita bisa suplai untuk warga yang terkena kekeringan,” tambahnya.

Bagi wilayah yang sudah masuk dalam daftar PMI, segera ajukan surat tembusan RT, RW, Lurah, serta Kecamatan. Setelah itu, armada tangki air bersih PMI segera melucur ke lokasi dan siap menyuplai kebutuhan utama masyarakat Kota Depok.

Salah satu warga RT1/4 Meruyung, Sainah mengaku sangat terbantu dengan adanya air bersih ini. Hanya saja air bersih tersebut bisa bertahan beberapa hari. “Kami ingin setiap air habis bantuan datang kembali,” singkatnya.

(RD/arn/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds