Terkait Wacana Pembentukan Provinsi Bogor Raya, Kota Depok Pilih Gabung Jakarta

Ilustrasi kota depok.

Ilustrasi kota depok.

POJOKJABAR.com, DEPOK – Walikota Depok Mohammad Idris angkat bicara terkait wacana pembentukan Provinsi Bogor Raya. Orang nomor satu di Kota Depok ini lebih menginginkan supaya Depok bergabung dengan DKI Jakarta daripada Bogor.

“Ya kalau saya milih misal dari sisi mana, kalau bahasa saya lebih memilih Jakarta, karena saya tidak bisa Bahasa Sunda. Misal kemarin upacara HUT Jawa Barat, agenda petuah sesepuh Jabar itu pakai bahasa Sunda, saya nggak paham. Kalau bahasa ke Jakarta,” kata Idris kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), ditemui usai membuka acara Sosialisasi Pemilih Pemula di Wisma Hijau, Cimanggis, Selasa (20/9/19).

Idris menyebut, dalam SK Gubernur Jawa Barat Kota Depok masuk ke dalam rumpun Melayu yang justru sangat berbeda dengan DKI Jakarta. Walaupun harapannya ingin gabung dengan DKI Jakarta, nyawa Kota Depok tetap tidak bisa dipisahkan dari Jawa Barat.

“Rumpunnya kan rumpun Melayu kalau Depok, maka dalam SK Gubernur disebut juga sebagai rumpun Melayu Depok, bukan disebut rumpun Betawi karena Betawi trademark dari Jakarta.

Jadi Depok rumpun Melayu Betawi. Nah ini bisa dari konteks itu, kalau kedekatan dari sisi bahasa walau serupa tapi tak sama itu lebih ke Jakarta,” ujar Idris.

Dia mengungkapkan, hampir 90 persen warga Depok mengadu nasib di Ibukota DKI Jakarta, sisanya bekerja di Bogor. Dari situ jelas terlihat gaya hidup dan cara pandang orang Depok mirip dengan orang Jakarta.

“Depok juga sering bekerja sama dengan Provinsi DKI Jakarta. Salah satunya pembentukan Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) se-Jabodetabek untuk siasati kebutuhan wilayah tetangga yang memang sangat dibutuhkan, yang paling terkait ada 4, (yaitu) sanitasi, air bersih, udara, dan sampah,” ungkap Idris.

(RD/san/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds