Mohammad Idris Belum Sepakat Provinsi Bogor Raya

Walikota Depok, Mohammad Idris.

Walikota Depok, Mohammad Idris.

Permasalahan tersebut yaitu Sampah, Kemacetan, Sanitasi. Diakuinya, wacana tersebut agar selalu ada solusi yang dipecahkan secara bersama dengan memperhatikan tetangga wilayah yang bersebelahan.

“Sempat saat itu, ada keinginan memunculkan Jabodetabek dipadukan. Tetapi kalau sekedar wacana saja tidak salah, yang terpenting bisa apa tidak,” tegasnya.

Pemkot Bogor saat ini sedang memantapkan rencana perluasan wilayahnya. Beberapa wilayah yang diusulkan masuk ke dalam rencana perluasan wilayah Kota Bogor itu antara lain Ciawi, Tamansari, Sukaraja, Ciomas, dan Dramaga.

Daerah-daerah tersebut merupakan wilayah yang berbatasan langsung antara Kota Bogor dengan Kabupaten Bogor. Namun di tengah rencana itu, muncul wacana baru soal pembentukan Provinsi Bogor Raya.

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, opsi pembentukan Provinsi Bogor Raya itu sudah lama diwacanakan sejak tahun 2012.

Bima menuturkan, wilayah-wilayah strategis yang bisa masuk ke dalam pembentukan Provinsi Bogor Raya itu adalah Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan Depok.

Pembentukan Provinsi Bogor Raya tersebut adalah satu dari tiga opsi pilihan lain yang disiapkan untuk memperluas wilayah Kota Bogor. Bima menegaskan, perluasan wilayah perlu dilakukan untuk mengantisipasi perkembangan penduduk di kota hujan itu.

“Saat ini kan banyak berkembang seolah-olah Kota Bogor ingin mengambil wilayah di Kabupaten Bogor. Saya tidak mau salah dipahami. Poinnya adalah Kota Bogor harus mengantisipasi perkembangan penduduk,” tukasnya.

(RD/rub/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds