Jalan Ditutup Pengembang Tol Desari, Warga Meradang

Jalan Masjid RW2, Kelurahan Rangkapanjaya, Kecamatan Pancoranmas,sempat di blokir pihak pengembang Tol Desari dan menuai protes warga, selasa (13/8/19).

Jalan Masjid RW2, Kelurahan Rangkapanjaya, Kecamatan Pancoranmas,sempat di blokir pihak pengembang Tol Desari dan menuai protes warga, selasa (13/8/19).

POJOKJABAR.com, DEPOK – Kebijakan pengembang tol Depok-Antasari (Desari) di Kelurahan Rangkapanjaya Kecamatan Pancoranmas, berbuntut protes warga. Musababnya, akses Jalan Masjid menuju Jalan Samudra sempat ditutup pengembang tol Desari.

Seorang warga Rangkapanjaya, Surya mengatakan, penutupan Jalan Masjid membuat warga di lingkungan RW02 bereaksi. Hal itu dikarenakan, Jalan Masjid merupakan salah satu akses jalan yang menghubungkan lingkungan RW02 menuju Jalan Samudra. Dengan terputusnya jalan tersebut, masyarakat harus memutar jalan untuk menuju Jalan Samudra.

“Setelah ditutup, masyarakat harus berputar menuju Jalan Basar menuju Jalan Samudra,” ujar Surya kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (13/08/2019).

Surya mengungkapkan, selain memutus jalan akses ke Jalan Samudra, warga yang ingin beribadah di Masjid Al-Hikmah dan bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah, serta Taman Kanak-kanak disekitar Jalan Samudra menjadi terhambat.

Melihat kepentingan jalan yang terputus, sekitar seratus warga melakukan protes di atas gundukan tanah yang memiliki ketinggian dua hingga tiga meter dari permukaan jalan.

Terpisah, Ketua RT02/02 Amsori mengatakan, penutupan Jalan Masjid menyulut emosi warga karena akses jalan tersebut dinilai penting untuk akses warga dalam beraktivitas.

Apalagi jalan masjid yang ditutup di sisi sebelah barat banyak dihuni warga RT01/02 dan RT02/02. Penutupan dilakukan Senin (12/8) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Tidak ada pemberitahuan tertulis dan hanya lisan yang kami dapatkan sekitar pukul 15.30 sebelum penutupan,” ujar Amsori kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).

Akibatnya, lanjut Amsori penutupan jalan menghambat dan merugikan warga, khususnya anak bersekolah yang harus memutar melewati Jalan Mandor Basar yang banyak dikendarai roda dua maupun lebih.

Warga tidak ingin anak yang bersekolah mengalami hal yang tidak diinginkan, sehingga warga meminta pihak pengembang tol membuka akses Jalan Masjid.

Lantaran banyaknya protes warga lanjut Amsori, masyarakat bersama pengembang Tol Desari, aparatur kelurahan, dan pihak keamanan, melakukan pertemuan membahas pembukaan jalan.

Hasil dari pertemuan tersebut, pihak pengembang Tol Desari bersedia membuka kembali akses Jalan Masjid dengan menurunkan belko dan truk pengangkut tanah.

“Jalan Masjid dibuka kembali sekitar pukul 13.30,” pungkas Amsori.

(RD/dic/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds