Pasca Penembakan Sesama Polisi di Depok, Polri buat Aturan Soal Senpi

kepemilikan senjata api (ilustrasi)

kepemilikan senjata api (ilustrasi)

POJOKJABAR.com, BANDUNG– Pasca peristiwa penembakan sesama polisi di Depok, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono akan membuat aturan baru kepada anak buahnya terhadap kememikan atau pemegang senpi.

Aturan itu, nantinya akan dievaluasi oleh masing- masing satuan di Jajaran Polda Metro Jaya.

“Nah, terhadap anggota yang di Polda Metro Jaya saya sampaikan kepada satuannya masing- masing untuk mengevaluasi kembali kepada pemegang senjata api ini, khususnya dalam pemeriksaan psikologinya,” ungkap Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/8).

Gatot menyebut, alasan pihaknya membuat aturan memperketat kepada anggota pemegangan senpi. Mengingat psikologi anggota di lapangan terkadang emosional.

Karena itu, aturan pemeriksaan psikologi itu akan diberlakukan kepada anggota yang hendak memegang senpi.

Senjata api glock 17

Senjata api glock 17

 

“Dan siapa- siapa yang memegang senpi itu sesuaikan dengan peraturan yang ada. Dan itu yang sudah dilakukan oleh semua jajaran kita,” ungkapnya.

“Untuk betul yang dilaksanakan yang benar. Sehingga anggota itu tidak emosional. Kita akan evalusi itu,” bebernya.

pistol

Ilustrasi senjata api. (ist)

 

Sementara itu, dari hasil pemeriksaan psikologi, Brigadir Rangga Tianto, penembak Bripka Rahmat Efendy. Hasilnya menunjukan jika tersangka tidak ada gejalan gangguan kejiawaan.

“Pelaku sudah kita lakukan pemeriksaan kejiwaan. Hasil sementara yang bersangkutan normal,” beber Gatot.

kepemilikan-senjata-api di Karawang

kepemilikan senjata api (ilustrasi)

 
Selain itu, penyidik Polda Metro Jaya akhirnya melimpahkan berkas tahap pertama terhadap pelaku penembak sesama polisi di Polsek Cimanggis, Depok.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan, berkas tersangka Brigadir Rangga Tianto yang menembak rekan seprofesinya Bripka Rahmat Efendy beberapa hari lalu sudah diserahkan awal Agustus.

“Penembakan di Polsek Cimanggis. Proses sudah sampai tahap satu. Berkas sudah kita serahkan ke Kejaksaan. Tentunya akan dilakukan penelitian,” kata Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/8).

Gatot menambahkan, penyidik akan mengebut berkas tersebut. Namun hal itu, tentunya penyidik masih menunggu informasi dari Jaksa prihal kelengkapan berkas yang dilimpahkan tersebut.

“Kalau nanti umpama Jaksa mengatakan sudah lengkap tentunya akan diberikan kepada kita . Kita akan melakulan tahap dua. Tapi kalau masih ada kekurangan nanti Jaksa akan melakukan P19 apa kekerangannya nanti kita akan lengkapi,” ungkapnya.

Diketahui, Brigadir Rangga Tianto menembak tujuh kali ke arah tubuh Bripka Rahmat Efendy di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolsekta Cimanggis Kota Depok.

Kejadian itu terjadi pada Kamis, 25 Juli 2019 sekitar pukul 21.00 WIB.

Korbanpun tewas di tempat setelah peluru menembus leher, perut, dada, dan paha korban.

Pelaku diduga emosi karena korban menolak membebaskan pelaku tawuran, FZ, dengan nada tinggi. Di mana FZ merupakan keponakan pelaku.

(fir/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds