Dekan FKUI Ungkap 5 Hal Penting Soal Daging Kambing

Ilustrasi. Foto: Shepherdboyfarm

Ilustrasi. Foto: Shepherdboyfarm


POJOKJABAR.com, DEPOK– Daging kambing termasuk dalam golongan daging merah seperti sapi dan mengandung protein, zat besi, dan kandungan nutrisi lainnya.

Daging kambing sendiri memang sering dituduh sebagai biang keladi kolesterol atau hipertensi.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Prof. Dr.dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB meminta masyarakat untuk tidak mengonsumsi daging kambing ataupun daging sapi secara berlebihan.

Jika masih dalam porsi yang wajar, justru daging meraha adalah protein yang baik bagi tubuh.

“Jadi tetap daging tetap penting karena mengandung protein tinggi yang penting tetapi jangan dikonsumsi berlebihan,” katanya, Sabtu (10/8).

Hewan kurban

Hewan kurban (ilustrasi)./Foto: Maryam

 

Lalu ada banyak yang harus diketahui dulu sebelum menyantap daging kambing ketika perayaan Idul Adha.

Sehingga informasi tersebut akan menjadi alarm bagi siapa saja yang hobi menyantap daging kambing. Apa saja?

 

Hewan kurban

Hewan kurban (ilustrasi)./Foto: Maryam

 

1. Kandungan Gizi Daging Kambing
Menurut dr. Ari, daging kambing termasuk daging sapi termasuk kelompok daging merah yang banyak mengandung lemak.

Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh ini banyak mengandung LDL, lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah kita baik pembuluh darah otak dan pembulih darah jantung.

Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein kita butuhkan untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun.

Daging kurban

Daging kurban (kambing)./Foto: Maryam

 

2. Dampak Konsumsi Berlebihan Bagi Pencernaan
Dari sisi pencernaan dampak langsung akibat mengonsumsi daging kambing berlebihan adalah sembelit. Daging merah merupakan salah satu makanan yang membuat usus ekstra berat untuk mengeluarkannya.

 

3. Waspada Asam Lambung
Jika kebetulan mempunyai penyakit GERD yaitu penyakit di mana asam atau isi lambung balik arah ke atas kembali ke kekerongkongan, maka GERD-nya akan bertambah parah setelah mengonsumsi daging kambing berlebihan.

Apalagi setelah mengonsumsi daging langsung tidur karena kekenyangan sehingga akan mencetuskan keluhan penyakit GERD-nya.

 

4. Ancaman Kolesterol
Belum lagi efek jangka panjang berupa peningkatan kadar lemak dan kolesterol darah jika daging merah termasuk daging kambing ini dikonsumsi dalam jangka panjang.

Daging kambing termasuk juga daging sapi mengandung zat gizi yang memang dibutuhkan, tetapi jika jumlahnya berlebihan akan mengganggu kesehatan.

 

5. Imbangi Buah dan Sayur
Sekali lagi jangan lupa mengimbangi dengan banyak makan buah dan sayur untuk mengurangi efek samping dari makan daging berlebihan.

Selain untuk memperlancar buang air besar, serat yang terkandung dalam sayur dan buah- buahan akan mengurangi serapan kolesterol di usus halus.

(jpc/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds