Tiga Bulan Gaji Guru Honor di Depok Mampet, Disdik Janji Jumat Cair

Salah satu guru saat melakukan kegiatan belajar mengajar di SDN Depok Jaya 1, Kecamatan Pancoranmas. Radar Depok

Salah satu guru saat melakukan kegiatan belajar mengajar di SDN Depok Jaya 1, Kecamatan Pancoranmas. Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Entah siapa yang harus disalahkan. Yang pasti kejadian ini mesti disikapi secara serius Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok. Selama tiga bulan, gaji guru honorer Sekolah Dasar Negeri (SDN) belum juga dicairkan.

Guru SDN Sawangan 1, Jujun Rosandi mengatakan, terakhir kalinya menerima gaji menjelang Lebaran akhir Mei 2019. Hingga kini kurang lebih sudah tiga bulan, dia dan seluruh guru honor lainnya belum juga mendapatkan gaji.

“Belum juga cair gajinya sudah mau jalan tiga bulan Juni-Agustus. Terakhir pas mau lebaran dibayar dua kali gaji dan tunjangan hari raya (THR),” kata Jujun kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Senin (05/08/2019).

Jujun mengaku, resah dengan kebijakan Pemerintah Kota Depok tentang prosedur penggajian honorer, yang selalu terlambat tiap bulannya. Padahal, bendahara di sekolahnya selalu menyerahkan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) kepada Disdik Kota Depok tepat waktu.

“Kami sudah bilang baik-baik untuk meminta tidak telat, tetap saja telat-telat juga, resah banget tiap bulan,” ujarnya.

Dia menyebut, beberapa waktu lalu Disdik Depok sudah akan mencairkan gaji untuk Juni dan Juli. Namun, laporan SPJ yang sudah diserahkan oleh bendahara dikembalikan lagi kepada sekolah. Lantaran sekolah harus membuat ulang laporan untuk jenjang tiga bulan lamanya.

“Kami paham dengan sistem yang dimiliki oleh Pemkot Depok, seharusnya Disdik punya kebijakan yang bijak untuk guru honor,” tegas Jujun.

Senada dengan Jujun, Guru SDN Baktijaya 1, Furqon Amirullah juga merasakan hal yang sama. Untuk menyambung hidup, dia sampai pinjam uang kesana kemari. Hal itu merupakan satu-satunya cara yang ampuh untuk dirinya bisa bertahan hidup.

“Mau nggak mau pinjam (uang) sana-sini yang penting kebutuhan sehari-hari terpenuhi. Anak dan istri bahagia, walaupun pada kenyataannya susah,” terangnya.

Loading...

loading...

Feeds