Insiden Pemadaman Listrik, Mall di Kota Depok Merugi Hingga Ikan Koi Mati

Kondisi Mall Depok Town Square saat pemadaman lisrik dan Ikan koi milik sejarawan Jeje Rijal mati, karena mesin oksigen tidak berfungsi.

Kondisi Mall Depok Town Square saat pemadaman lisrik dan Ikan koi milik sejarawan Jeje Rijal mati, karena mesin oksigen tidak berfungsi.

POJOKJABAR.com, DEPOK – Insiden pemadaman listrik (blackout) yang terjadi Minggu (4/8/19) berbuntut panjang. Pelaku usaha ramai-ramai mengklaim telah merugi miliaran rupiah akibat blackout hampir 12 jam tersebut. PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero) pun jadi sasaran utama atas kerugian mereka.

Marcomm Manager Depok Town Square (Detos), Ferry Nurdin mengaku, pihaknya sangat menyayangkan penanganan yang tidak cepat serta durasi padamnya listrik sangat luar biasa lama. Ia menilai, kejadian ini menjadi masif, mendadak di akhir pekan dan tanggal muda.

“Ya jelas rugi, ini kan kepadatan kunjungan mall sedang tinggi, pelayanan publik terganggu dan tidak berjalan dengan baik. Bila dihitung, kerugian sekitar 13 persen dari target,” ungkap Ferry kepada Radar Depok, kemarin (5/8).

Ferry menyontohkan, dampak dari kereta api moda transportasi yang berbasiskan online, karena customer Detos banyak yang menggunakan fasilitas tersebut. “Karena Commuterline terhenti, akhirnya kan terkendala untuk datang dan belanja di Detos,” tutur Ferry.

Terpisah, Perwakilan JNE Depok, Ale mengatakan, dalam mengatasi padamnya listrik pihaknya menggunakan genset. Sedangkan pada sistem internet JNE memakai VPN, hingga tidak terlalu berpengaruh jika internet tidak berfungsi.

“Kalau di kantor kami, semua terkendali karena ada genset. Hanya saja beberpa konsumen pending pengirimannya. Ditambah lagi, Minggu banyak agen tutup, kecuali agen besar saja yang buka lima sampai enam agen,” singkat Ale kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).

Warga Stok Air dan Kehilangan 43 Ikan Koi

Khawatir mati listrik lagi Senin (5/8) warga Kota Depok, menyetok air untuk keperluan MCK dengan bak dan galon. Sebab, warga Depok menerima edaran pesan melalui Whatsaap (WA) bahwa tiap 3 jam akan dimatikan bergilir jadi segera isi air dan charge segala handphone atau lampu cadangan.

Mendapat informasi itu, warga Kelurahan Cilodong, Kecamatan Cilodong, Nasmah langsung mengisi air hingga penuh di beberapa ember dan galon miliknya.

“Khawatir mati listrik lagi saya dan tetangga stok air pake galon air minum. Takut mati lagi listriknya nanti gak punya air buat MCK, kaya kemarin,” kata Nasmah, Senin (5/8).

Loading...

loading...

Feeds