Tol Cijago Seksi II Diresmikan, Warga Lapor Presiden

Suasana dekat pintu masuk Tol Kukusan I, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji yang masih belum dibuka. Radar Depok

Suasana dekat pintu masuk Tol Kukusan I, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji yang masih belum dibuka. Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Rencana pemerintah mengoperasikan jalan Tol Cinere–Jagorawi (Cijago) Seksi II, akhir Agustus mendatang dapat hambatan.

Kemarin, puluhan pemilik lahan di Kelurahan Kemirimuka, Beji akan melayangkan surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tujuannya satu, ingin menunda peresmian. Pemilik lahan merasa langkah ini diambil karena lahan yang sudah jadi tol tersebut masih sengketa.

Kuasa hukum pemilik lahan, Mukhlis Effendi menegaskan, pada Kamis (1/8), pihaknya akan melayangkan somasi terkait rencana peresmian Tol Cijago II.

“Besok (hari ini) saya mau kirim surat ke Presiden Jokowi, Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Polresta Depok, Dishhub Kota Deopok, Jasa Marga, terkait rencana peresmian jalan Tol Cijago II pada 18 Agustus nanti,” tuturnya kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (31/07/2019).

Tah hanya itu saja, kata Mukhlis, dia akan mengajukan surat ke pengadilan untuk menunda peresmian tersebut. Sebab status lahan tol itu masih dalam proses perkara hukum.

“Saya minta PUPR, BPN, atau birokrasi terkait, agar jangan meresmikan tol tersebut sebab proses hukum masih berjalan,” katanya.

Dia mengungkapkan, sedikitnya ada puluhan bidang tanah di Kelurahan Kemiriuka, Kecamatan Beji, yang belum dibayarkan pembebasannya oleh pemerintah.

“Di Kelurahan Kukusan ada 34 bidang yeng belum di bayar jumlahnya sebesar Rp33 Miliar, dan di Pangkalanjati ada 30an bidang dengan jumlah Rp39 Miliar,” bebernya.

Loading...

loading...

Feeds