PDAM Tirta Asasta Sebut Gundar Bohong, Dewan Jabar: Perihantin Kampus Ambil Air Tanah

Luas terlihat kawasan Jalan Margonda Raya terlihat dari atas Gedung Hotel Santika. Irwan/Radar Depok

Luas terlihat kawasan Jalan Margonda Raya terlihat dari atas Gedung Hotel Santika. Irwan/Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Universitas Gunadarma atau nama tenarnya Gundar, membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta berang. Biang keladinya, pengajuan surat permohonan yang disebut-sebut Gundar sudah dilayangkan, ternyata dibantah keras perusahaan air milik Kota Depok tersebut.

Manager Penasaran PDAM Tirta Asasta, Imas Dyah Pitaloka membantah, Gundar telah mengajukan permohonan ke PDAM terkait penyaluran pipa ke Kampus Gundar.

“Belum ada surat yang masuk ke kami terkait permohonan pemasangan pipa. Bohong itu,” kata Imas kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (23/07/2019).

Dia malah menuding, pihak Gundar tidak kooperatif. Menurutnya, saat ini Gundar belum mau menanggapi surat pengajuan yang diserahkan PDAM Kota Depok. “Kami malah sudah mengajukan surat yang kedua, tapi mereka belum juga menanggapi,” tegas Imas.

PDAM Tirta Asasta Kota Depok, mulai menyurati calon pelanggan niaga dan industri. Surat tersebut ditujukan untuk segera berlangganan air bersih dari PDAM, yang sudah terdapat jaringan pipa air.

Surat pemberitahuan dibuat berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok No 13 dan 14 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang menyebutkan, sumber air bersih harus diperoleh dari PDAM secara berlangganan.

“Surat pemberitahuan tersebut juga berkaitan dengan telah terpasangnya Jaringan Distribusi Utama (JDU) di lokasi perusahaan atau pun apartemen. Sehingga harus segera berlangganan air bersih sesuai dengan Perda,” terang Imas.

Sementara, Anggota DPRD Jabar, HM. Hasbullah Rahmat mengatakan, Pemprov Jabar sudah memiliki Perda penggunaan air bawah tanah. Dalam arahan Perda tersebut, wajib menggunakan air permukaan lebih dulu, seperti sungai, waduk atau embung.

Sementara, air bawah tanah sendiri adalah langkah terakhir untuk anak cucu kita kedepan. Namun, kebanyakan orang menggunakan sumur pantek ke bawah itu karena air bawah tanah relatif lebih bersih dan higienis. Sedangkan, air permukaan perlu melalui proses penyaringan dan sterilisasi.

Loading...

loading...

Feeds