Kegaduhan Secure Parking, 20 Menit di UI Bayar

Menyelesaikan masalah, akhirnya perwakilan Kampus UI bertemu dengan LPM se-Kecamatan Beji. Radar Depok

Menyelesaikan masalah, akhirnya perwakilan Kampus UI bertemu dengan LPM se-Kecamatan Beji. Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Kegaduhan secure parking Universitas Indonesia (UI) Depok mulai dipecahkan kampus berplat merah ini. Belum lama, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Kecamatan Beji diundang pihak kampus.

Bertempat di Ruang Rapat Gedung DPPF lantai 3 UI, seluruh aspirasi yang dilontarkan ditampung. Tapi, parkir berbayar tersebut tetap diberlakukan melebihi waktu 20 menit.

Ketua LPM Kukusan, Suryadi Tolib menjelaskan, pihak rektorat memberlakukan kebijakan tersebut, tapi belum berpihak pada lingkungan. Menurutnya, kebijakan parkir berbayar harus berkontribusi yang lebih terhadap fasilitas lingkungan. Program tersebut murni dilakukan, untuk pengendalian dalam masyarakat melintas.

“Pihak UI menyadari kurangnya komunikasi dengan masyarakat, terhadap kebijakan yang akan dilakukan UI,” kata Tolib kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Jum’at (19/07/2019).

Pihak UI, lanjut dia akan kembali melaksanakan koordinasi dan komunikasi yang pernah dilakukan antara UI dengan masyarakat secara regular.

“Pihak UI akan memberlakukan masuk UI berbayar, apabila melebihi waktu 20 menit,” terang Tolib.

Sementara, Ketua Forum Komunikasi (FK) LPM Kecamatan Beji, Sutrisna meminta, pihak kampus menyiapkan jalur Bikers Outer Ring Road (BORR) Utara menuju Jakarta. Dan BORR Selatan menuju Beji Timur dan Margonda.

Sementara untuk BORR menuju arah Pondok Cina, secepatnya pihak UI akan berkoordinasi kepada pihak KAI> Ini terkait izin perlintasan sebidang, saat ini baru sampai pada RS UI.

“Apabila diizinkan perlintasan sebidang oleh PT KAI, maka akan ada pelatihan khusus bagi penjaga perlintasan sebidang. Dimana penjaga tersebut diambil dari masyarakat,” kata Nano –sapaan akrab Sutrisna-.

Dia juga meminta, agar pihak UI akan terlebih dahulu melaksanakan koordinasi kepada Masyarakat melalui LPM. Apabila akan melaksanakan kebijakan tersebut.

Sementara dia juga mengatakan, akan membuat surat kesepakatan bersama antara UI degan masyarakat. Sebelum ditandatangani akan disampaikan terlebih dahulu draf kesepakatan tersebut kepada LPM, untuk dipelajari dan disepakati.

Menimpali hal ini, Kepala Humas dan KIP UI, Rifelly Dwi Astuti mengatakan, pihak UI melakukan audiensi dengan perwakilan warga dari lima kelurahan yang berada di sekeliling wilayah UI pada Rabu (17/7), di Gedung Rektorat UI. Audiensi ini bertujuan untuk melakukan “hearing” atau menampung segala aspirasi. Pasca dilakukannya uji coba sistem parkir dan masuk kampus UI yang baru.

“Kami juga menyampaikan informasi untuk mencegah keresahan warga yang membutuhkan akses melintas, untuk kemudahan mobililasi. UI menyediakan BORR bagi warga untuk melintas ke arah Margonda maupun Lenteng Agung,” tandasnya singkat.

(RD/rub/san/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds