Rumah Sakit Universitas Indonesia Kupas Tuntas Penyakit Jantung

Penyakit Jantung (ilustrasi)

Penyakit Jantung (ilustrasi)

POJOKJABAR.com, DEPOK – Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) mengulas tentang penyakit pembunuh nomor 1 di dunia, yakni kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Pemaparan dilakukan secara komprehensif, dari aspek Medical Check Up (MCU), Klinis, dan Laboratorium.

Dokter Layanan Prime di RSUI, Ratih Febriani mengatakan, MCU sangat penting diperlukan bagi masyarakat awam. Hal itu guna mengecek dan melakukan penanangan sejak dini apabila mengetahui risiko penyakit jantung.

“MCU itu penting untuk melihat kondisi tubuh kita seperti apa, kalau memang ada risiko terkena penyakit jantung bisa langsung ditangani sedini mungkin,” kata Ratih dalam seminarnya, kamis (4/7/19).

Pakar jantung dan pembuluh darah dari RSUI, Dian Zamroni menuturkan, seseorang mengalami penyakit jantung karena kondisi pembuluh darah yang mengalami luka secara menahun. Sehingga menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku dan berplak.

“Keadaan seperti ini berpotensi memicu sumbatan dan serangan jantung di kemudian hari, dan untuk mengetahui risikonya melalui berbagai pemeriksaan di MCU tentunya,” ujar Dian yang juga menjadi staf di RS Jantung Harapan Kita.

Sementara itu, Dosen Fakultas Kedoktran UI, Sri Suryo Adiyanti mengungkapkan, terdapat beberapa pemeriksaan laboratoriun yang harus dijalani untuk mengetahui kondisi jantung saat penyakit tersebut menyerang masyarakat.

Riset Kesehatan Dasar yang diadakan secara periodik di Indonesia secara konsisten menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia. Hal ini sejalan dengan data global terkait 10 penyebab kematian terbanyak yang menempatkan penyakit kardiovaskular sebagai nomor satu pembunuh dunia.

Humas RSUI, Kinanti mengatakan, kegiatan seminar ini dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan gaya hidup pencegahan demi menurunkan beban penyakit jantung. Acara ini sendiri merupakan kegiatan rutin bulanan rumah sakit khususnya Unit Layanan Primer sebagai bentuk kontribusi sosial kepada masyarakat awam.

“Giat ini mendapat antusiasme yang tinggi sekitar 174 peserta yang hadir, sepertiganya adalah ibu hamil merasa puas telah mendapat bekal ilmu bermanfaat. Kami berharap giat ini terus dikembangkan sebagai bentuk komitmen mendukung dan menggerakan aktivitas pelayanan kesehatan melalui pendekatan keluarga dan komunitas,” pungkas Kinanti.

(RD/san/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds