Kekeringan di Kota Depok Meluas, PDAM Tunggu Laporan Pemkot

Atikah saat menunjukan sumur gali yang sudah kering dan tak bisa lagi digunakan warga untuk memperoleh air, di Kampung Benda RT 04/06, Kelurahahan/Cipayung, Depok, Rabu (3/7/19). Radar Depok

Atikah saat menunjukan sumur gali yang sudah kering dan tak bisa lagi digunakan warga untuk memperoleh air, di Kampung Benda RT 04/06, Kelurahahan/Cipayung, Depok, Rabu (3/7/19). Radar Depok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Benar saja selain Kelurahan Grogol, Kelurahan Bojong Pondok Terong dan Kelurahahan Pasir Putih mengalami kekeringan. Terbaru kemarin, hampir 86 Kepala Keluarga (KK) di RT4/6 Kelurahan/Kecamatan Cipayung susah payang mencari air bersih. Mulai dari ngebor sumur dengan kedalaman 35-50 meter hingga menjadikan air isi ulang untuk memenuhi pasokan air bersih mereka.

Hanya saja, melalukan pengeboran hingga dalam tetap tidak menjamin kualitas air, di kawasan pandat penduduk itu layak dikonsumsi. Pengurus RT4/6 Cipayung, Atikah membeberkan, air tanah tersebut hanya untuk mandi dan mencuci baju, maupun bebersih rumah.

“Sumur sudah pada kering, tanahnya sudah terlihat. Ini sudah berlangsung abis lebaran. Meski hujan sekali sekali datang, tetap kami kekurangan air bersih,” beber Atikah kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Rabu (03/07/2019).

Kekeringan di wilayah kampung ini memang menjadi permasalahan pelik. Ketika masuk musim kemarau, warga akan bersiaga menyiapkan segala sesuatunya. Ini agar musim kemarau tiba, stok air bersih bisa digunakan.

Atikah yang saat itu mengenakan hijab bunga berwarna merah melanjutkan, biasanya warga pada ngebor tapi banyak yang sia-sia. Karena tidak ada airnya sama sekali alias kering kerontang. Ada yang ngebor 3 sampe 4 kali tapi tetap percuma. Di RT4 sekira ada 86 KK yang mengalami kekeringan.

“Ini jelas permasalahan yang bertahun-tahun. Makanya tahun lalu pemerintah bangun penampungan air, tapi nggak ada airnya, pipa paralonnya mah sudah nyambung ke rumah, percuma juga. Itu juga baru di RT4 saja nggak menyuluruh di RW6,” jelas Atikah dikediamannya Kampung Benda No24 RT4/6.

Tak jauh berbeda dengan Atikah, salah satu warga Siti Anisa yang tinggalnya juga berada di RT4, membocorkan buntut dari pengeboran yang dilakukan warga setempat. Pernah terlalu dalam hingga mengeluarkan gas.

“Mungkin terlalu dalam, jadi tembus sampai mengeluarkan gas. Pernah dua kali terjadi, tapi hilang sendiri. Kata warga juga nggak terlalu berbahaya,” katanya di warung miliknya yang berada di RT3/6.

Loading...

loading...

Feeds