Sebanyak 1,3 Juta Warga Kota Depok Masuk JKN-KIS

Ilustrasi BPJS.

Ilustrasi BPJS.

POJOKJABAR.com, DEPOK – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Depok mendata sebanyak 1.358.085 masyarakat Depok menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Data tersebut berdasarkan hasil pemadanan dengan data kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Depok per 1 Mei 2019.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Irfan Qadarusman mengatakan, dari 1.844.932 penduduk Depok yang terdata di Disdukcapil. Sudah 73,61 persen di antaranya menjadi peserta JKN-KIS. Sisanya tinggal 486.847 warga yang belum menjadi peserta atau sekitar 26,39 persen.

“Sudah ada 1.358.085 warga Depok terdaftar menjadi peserta JKN-KIS. Hanya tinggal 486.847 warga saja yang belum,” kata Irfan kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Senin (17/06/2019).

Dari 1.385.085 peserta JKN-KIS, terdapat di antaranya peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang kewajiban iurannya ditanggung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan APBD Kota Depok.

“Kalau dari data kami per 14 Juni 2019, peserta PBI APBN ada 279.722 dan PBI APBD sekitar 178.149 peserta,” terang Irfan.

Dalam ketentuannya, peserta yang masuk dalam kategori JKN-KIS segmen PBI APBN adalah penduduk prasejahtera yang menerima bantuan langsung dari pemerintah pusat. Sedangkan peserta JKN-KIS segmen PBI APBD dibiayai oleh Pemerintah Kota Depok.

Irfan menuturkan, bahwa pihaknya akan terus berupaya mengajak seluruh warga Depok untuk mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS. Karena berbagai fasilitas dan keuntungan akan diterima oleh peserta JKN-KIS.

BPJS Kesehatan pun tengah fokus kepada beberapa peningkatan fasilitas di seluruh rumah sakit. Di antaranya, informasi ketersediaan tempat tidur, sistem antrean online, sistem finger peserta JKN-KIS yang berobat di rumah sakit, dan ruang intensif.

“Mudah-mudahan semua harapan dari fokus yang kami rencanakan ini tercapai,” pungkas Irfan.

(RD/san/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds