Di Kota Depok Medsos Ancaman Baru Perceraian

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, DEPOK – Pengaruh media sosial (medsos) memang tak terbendung. Bahkan, sampai menyebabkan hubungan rumah tangga retak. Fakta di Kota Depok cukup mencengangkan. Ada ratusan istri yang memilih menjanda dengan menggugat cerai suaminya karena pengaruh medsos.

Terkait hal ini, Ketua Pengadilan Agama Kota Depok Dindin Syarief Nurwahyudin mengaku, dampak negatif medsos dalam kehidupan rumah tangga sangat rentan.

“Medsos jadi tren perceraian di Pengadilan Agama. Biasanya karena postingan foto-foto pasangan di medsos dengan lawan jenisnya kurang bijaksana. Sehingga memicu perselisihan dan berujung perceraian,” ungkap Syarief kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Senin (17/06/2019).

Syarief juga menilai, persoalan kurang bijak dalam bermedia sosial memunculkan tingginya tren perceraian di kalangan pasangan menikah. Berdasarkan data di Pengadilan Agama Kota Depok, yang mengajukan cerai yaitu pasangan di usia 23 hingga 30 tahun.

“Untuk jumlahnya setiap tahun terus meningkat. Di 2017 ada 3.087 kasus perceraian yang kami tangani, meningkat di 2018 menjadi 3.525 kasus cerai,” tutur Syarief.

Sementara jenis perkara perceraian yang ditemukan, yaitu cerai talak dan cerai gugat. Paling tinggi masuk adalah cerai gugat atau diajukan pihak istri. Diketahui, pada tahun 2018 kasus cerai talak mencapai 852 kasus, sedangkan cerai gugat sebanyak 2.673 kasus.

“Persentasenya cerai talak yang diajukan pihak suami ada 25 persen, dan cerai gugat oleh pihak istri ada 75 persen,” papar Syarief.

Dari jumlah tersebut, menurutnya banyak faktor yang menyebabkan perceraian di kalangan masyarakat. Salah satunya medsos menjadi ancaman baru rusaknya hubungan keluarga. Medsos yang kini populer digunakan memang memiliki sisi negatif.

“Tidak hanya jadi sarana penyebar hoaks, tapi juga bisa jadi penyebab persoalan rumah tangga hingga berujung ke perceraian,” pungkasnya.

(RD/rub/pojokjabar)

loading...

Feeds

Ngelem

Miris, Masih SD Sudah Ngelem

Tiga bocah yang masih berstatus pelajar salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Cugenang, tertangkap basah sedang asyik menggelar pesta …