Terbukti Bersalah, Penerima Sabu Sekoper Dituntut 20 Tahun Penjara

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, DEPOK – Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, Putri Dwi Astrini menuntut terdakwa Rezasyah Soesetyanto, 20 tahun penjara. Penegasan tersebut saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Kamis (13/6/19).

Dalam tuntutan JPU, terdakwa Rezasyah dinyatakan terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana jual beli. mMenyerahkan atau menerima narkotika golongan I, sebagaimana diatur dalam Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Menurut Humas PN Kota Depok, Nanang Herjunanto dalam persidangan yang dilakukan secara terbuka. JPU menuntut terdakwa selama 20 tahun dan denda sebesar Rp10.000.000.000 subsidair 6 bulan penjara.

Pihak JPU juga telah menetapkan barang bukti berupa 20 bungkus plastik klip masing-masing berisikan sabu-sabu, dengan berat seluruhnya 18 kilogram. 1 unit handphone nokia warna putih, dan 1 unit handphone merek xiomi warna hitam.

“Barang bukti terdapat dalam satu koper berisi 18 bungkus sabu-sabu, dalam setiap bungkusnya berisi satu kilogram,” kata Nanang Herjunanto kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Jum’at (14/06/2019).

Dia menuturkan, peristiwa tersebut berawal pada Selasa (5/2) sekitar pukul 16:00 WIB. Terdakwa Rezasyah dihubungi oleh Haji Yudi (DPO), yang intinya menyuruh terdakwa untuk pergi menuju parkiran Plaza Cibubur. Guna menemui seseorang yang akan memberikan narkotika jenis sabu.

“Inti percakapannya ‘Haji Yudi : tolong sekarang ke Plaza Cibubur, nanti ada orang saya mau bertemu dengan kamu. Dan di jawab oleh terdakwa ‘oke’. Seusai melakukan percakapan itu terdakwa langsung ke Plaza Cibubur dan sekitar 25 menit telah sampai di parkiran Plaza Cibubur,” kata Nanang.

Dalam pertemuan dengan orang yang di maksud Haji Yudi, ternyata terdakwa diberikan sabu-sabu dengan menggunakan koper warna hitam. “Dia janjian dengan seseorang diparkiran untuk mengambil paketnya,” kata Nanang.

Berhasil menerima, terdakwa langsung pulang. Sesampainya di rumah, terdakwa menelepon Haji Yudi untuk memastikan barang yang diterimanya aman. Selanjutnya oleh terdakwa koper tersebut dibuka dan benar didalamnya berisi 18 bungkus plastik bening berisi sabu dimana tiap bungkusnya berisi 1 Kg jadi total keseluruhannya 18 Kg.

Pada, Sabtu (9/2) Haji Yudi menghubungi terdakwa supaya mengirimkan 2 Kg ke saksi Aleks Adolp Kailuhu. Sekitar pukul 10.00 WIB, saksi Aleks Adolp Kailuhu berangkat untuk mengantar narkotika jenis sabu sebanyak 2 Kg daerah PGC. Dan sesampainya di lokasi tersebut ditaruh di bawah pohon besar yang ada lobangnya.

Karena yang memesan tidak mengambil sabu, akhirnya sabu tersebut diambil kembali oleh saksi Aleks untuk dibawa pulang kembali ke rumah. Namun, sebelum sampai rumah saksi Aleks mampir di warteg Tiga Saudara di daerah Otto Iskandar Dinata untuk makan.

Pada saat itu saksi Aleks ditangkap oleh saksi Agus Aminudin, saksi Isnain Farael dan saksi Bagja Sungkawa yang ketiganya merupakan anggota Kepolisian dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap saksi Aleks diketemukan 2 bungkus narkotika jenis sabu dengan berat 2 Kg. Ketika dilakukan intrograsi saksi Aleks mengakui kalau disuruh oleh terdakwa Rezasyah Soesetyanto.

(RD/rub/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds