Harga Telur dan Cabai di Pasar Tradisional Kota Depok Berangsur Turun

Ilustrasi Pedagang telur ayam.

Ilustrasi Pedagang telur ayam.

POJOKJABAR.com, DEPOK – Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H telah usai. Sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional yang ada di Kota Depok berangsur turun.

Seperti harga telur ayam kampung yang sudah di angka Rp50 ribu perkilo dari sebelumnya Rp55 ribu perkilo di Pasar Agung, Sukmajaya.

Salah satu pedagang telur di Pasar Agung, Kosasih mengatakan, ada penurunan sebesar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu perkilonya, sejak H+2 lebaran. Sebelum lebaran harga telur ayam bisa merangkak naik, namun tetap diburu oleh para pembeli.

“Harganya mulai kembali ke normal sekilonya Rp50 ribu-an, stoknya banyak. Walaupun mahal tetapi pembeli tetap banyak yang beli telur,” kata Kosasih kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), saat ditemui di Pasar Agung, senin (10/6/19).

Selain telur ayam kampung, Rukoyah selaku pedang cabai di Pasar Agung mengaku harga cabai merah keriting mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada minggu pertama di bulan Juni atau tepatnya sebelum Lebaran berada di harga Rp70 ribu perkilonya. Kini turun drastis menjadi Rp35 ribu perkilonya.

“Alhamdulillah sudah turun lagi harganya, kemarin sempat melonjak jauh tapi sekarang sudah normal. Harga terjangkau Rp35 ribu perkilonya,” ujar Rukoyah.

Di lokasi yang berbeda, Kepala Bidang Perdagangan Dindagin Kota Depok, Anim Mulyana membenarkan bahwa adanya penurunan sejumlah bahan kebutuhan pokok di seluruh pasar yang berada di Kota Depok. Turunnya harga sembako sejalan dengan permintaan barang dari masyarakat yang kian normal.

Seperti hasil pantauan Disdagin Depok di beberapa pasar menyebutkan, harga daging has dalam sudah kembali menjadi Rp110 ribu hingga Rp120 ribu. Dari sebelumnya H-2 menjelang Lebaran mencapai harga Rp140 ribu hingga Rp150 ribu.

Begitu juga dengan bawang putih sudah turun Rp30 ribu dari Rp80 ribu menjadi Rp50 ribu perkilonya. Anim mengatakan, pasokan sembako dan kebutuhan pokok lainnya di pasar terbilang masih cukup banyak. Sehingga harga-harga yang dikeluarkan oleh para pedagang pun lambat laun menurun.

“Kami berharap harganya tetap stabil seperti ini saja tidak melonjak naik lagi seperti menjelang lebaran kemarin. Dan kami akan terus pantau pasar-pasar agar menyamakan persepsi harga sembako yang dijual ke pembeli,” pungkas Anim.

(RD/san/pojokjabar)

loading...

Feeds