Warga Depok Jadi Korban Aksi 21 Mei, Alami Luka Tembak di Leher dan Tembus ke Belakang

Keluarga dan kerabat Farhan Safero saat mengaji didepan jenazah dirumah duka RT2/7, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, rabu (22/5/19).

Keluarga dan kerabat Farhan Safero saat mengaji didepan jenazah dirumah duka RT2/7, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, rabu (22/5/19).


Syafri menuturkan, Farhan berangkat pada Selasa (21/5) dari Cikarang menuju rumah Habib Rizieq untuk berjaga di Markas FPI. Namun, saat mendegar terjadi kerusuhan pada malam hari, dia masih berada di rumah Habib Rizieq. Namun entah kenapa anaknya meninggal akibat peluru yang melukai badan korban.

Dia mendapatkan informasi tersebut, setelah kerabatnya menelepon. Dan pihak Rumah Sakit Budi Kemuliaan memberitahukan, bahwa Farhan akan dikirim ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Syafri mengapresiasi dukungan moral yang diberikan keluarganya atas kepergian Farhan. Baik dari aparatur pemerintahan setempat hingga Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang mengirimkan karangan bunga sebagai belasungkawa atas meninggalnya Farhan.

“Terima kasih kepada semua yang telah memberikan dukungan moral kepada kami,” ucap Syafri.

Ditempat yang sama, kerabat Farhan Safero yakni Syarif Al Idrus mengatakan, Farhan bersama dirinya berjaga di markas besar FPI Petamburan yang berangkat sekitar pukul 24:00 WIB bersama 20 orang lainnya dari Bekasi Timur.

Saat berada disekitar lokasi kejadian, dia bersama Farhan melihat aksi massa yang dipukul mundur aparat keamanan. Bahkan, aparat masuk ke Markas FPI dan terjadi keributan.

Pada peristiwa tersebut, sambung Syarif terdengar suara tembakan hingga selongsong peluru berjatuhan. Diperkirakan selongsong tersebut sekitar 15 selongsong yang berserakan disekitar lokasi.

Setelah reda, dia berusaha menelepon Farhan dan didapati sekuriti rumah sakit yang memberitahukan Farhan berada di rumah sakit tersebut.

“Saya langsung mendatangi langsung rumah sakit untuk melihat kondisi Farhan,” ujar Syarif.

Syarif menuturkan, sesampainya di rumah sakit dia mendapatkan penjelasan bahwa Farhan telah meninggal akibat luka tembak dibagian badannya. Setelah melakukan pengurusan jenazah, Syarif ikut mengantarkan jenazah Farhan kerumah orangtuanya di Kampung Rawa Kalong, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo.

“Saya sangat sedih Farhan merupakan orang baik Insya Allah mati syahid,” terang Syarif.

(RD/dic/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds