Kenaikan Tarif Pajak Air Tanah di Kota Depok Tunggu Perwal

Nina Suzana, Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Depok

Nina Suzana, Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Pemerintah Kota Depok tengah menyiapkan peraturan Walikota terkait kenaikan tarif pajak air tanah. Rencananya Juli 2019 ketika Perwal selesai diteken, pajak air tanah akan naik delapan kali lipat dari sebelumnya.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Depok, Nina Suzana mengatakan, kenaikan tarif pajak air tanah masih menunggu Perwal yang akan segera rampung Juli mendatang. Pembuatan Perwal tersebut dilandasi karena minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Depok.

“Pajak air tanah sebelumnya hanya Rp500 per meter kubik, nanti kalau Perwal sudah terbit menjadi Rp 3.900 – Rp 4.000 per meter kubik. Jadi kenaikannya tunggu Perwal selesai kira-kira Juli mendatang,” kata Nina kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group).

Dia mengungkapkan, bahwa dengan tarif Rp 500 per meter kubik PAD Kota Depok tidak pernah mencapai target yang telah ditetapkan sebesar Rp1,8 Miliar. Namun hanya tercapai 80 persen atau sekitar Rp1,5 Miliar.

“Dengan tarif dinaikkan yakin PAD juga akan naik berkali-kali lipat,” tegasnya.

Restoran yang tersebar di Kota Depok ada sekitar 1.100 restoran. Pada 2019 seluruhnya sudah menjadi peserta wajib pajak, atau aktif membayar pajak tiap tahunnya. Jumlah ini melonjak seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

Nina mengimbau kepada seluruh perusahaan, hotel, dan restoran dapat beralih menggunakan air PDAM. “Kita selalu mengarahkan terus untuk menggunakan BUMD milik Pemkot Depok, jadi sudah tidak pakai air tanah lagi,” tangkas Nina.

Sebelumnya PDAM Tirta Asasta mendeteksi bahwa ada lebih dari 20 tempat komersil seperti pusat perbelanjaan, hotel, apartemen dan perusahaan yang masih menggunakan air tanah di Kota Depok, Jawa Barat. Kondisi ini mengkhawatirkan karena berpotensi menyebabkan terjadinya longsor.

loading...

Feeds