Pergaulan Bebas Berdampak Buruk di Keluarga

Civitas Lentera Insan Child Development and Education Center mengikuti seminar parenting bertema akibat pergaulan bebas ditinjau dari segi medis, di Perum Puri 1, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis. Radar Depok

Civitas Lentera Insan Child Development and Education Center mengikuti seminar parenting bertema akibat pergaulan bebas ditinjau dari segi medis, di Perum Puri 1, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis. Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Pergaulan bebas banyak mendatangkan dampak yang buruk bagi setiap orang yang melakukannya. Salah satu yang populer adalah penyakit HIV/AIDS, namun masih ada penyakit lainnya yakni Infeksi Menular Seksual (IMS). Jenis penyakit ini juga sulit disembuhkan sama halnya dengan HIV/AIDS.

SD Lentera Insan mendatangkan pakar kesehatan, Dewi Inong Irana sebagai narasumber dalam kegiatan parenting. Menurutnya IMS adalah penyekit yang menular melalui hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular.

“Penyakit ini bisa menyebar hingga radang sendi, bisa menjadikan kebutaan untuk mata, infeksi di mulut rahim, bisa menjalar ke seluruh kulit bahkan organ dalam hingga berakibat kematian. Orangtua patut memahami tentang pergaulan bebas di kalangan remaja,” kata Dewi kepada Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Jum’at (19/04/2019).

Dia mengungkapkan, kategori penyakit IMS antara lain gonorrhea atau kencing nanah, sifilis, vaginitis, granuloma inguinale, herpes genitalis, hepatitis B, hepatitis C, HIV AIDS, dan lain sebagainya. Peran keluarga sangat dibutuhkan dalam mencegah berbagai jenis penyakit tersebut jatuh menderita anak-anaknya.

Menurutnya, keluarga harus mengembalikan peran ayah dan ibu seperti seharusnya. Ayah sebagai pemimpin keluarga harus berjalan serta menjadi konseptor rumah tangga dan ibu sebagi pelaksana. Orangtua juga perlu melakukan pendekatan kepada setiap anaknya.

“Orangtua harus kenal anaknya satu persatu, menanyakan perasaan, memberi pelukan dan aktif mendengarkan mereka. Tidak hanya selalu memberikan perintah. Orangtua juga penting mengadakan pertemuan keluarga secara rutin, memberikan waktu seminggu sekali kepada anak,” jelas Dewi.

Usai kegiatan parenting ini, Kepala SD Lenteran Insan, Elly Trisna Setiawati berharap para orangtua dan masyarakat lainnya dapat lebih waspada dan mengantisipasi agar pergaulan bebas tidak menimpa keluarga civitas sekolah.

Guna mencegahnya, peran keluarga menjadi nomor satu. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pembinaan tumbuh kembang, menanamkan nilai-nilai moral dan pembentukan kepribadian individu.

“Keluarga yang tentram, damai, dan saling menyayangi akan melahirkan anak-anak yang patuh dan takut untuk berbuat yang diharamkan oleh sang pencipta,” terangnya.

Kurang lebih 200 orang audiens, terdiri dari orangtua siswa, guru, dan karyawan Lentera Insan Child Development and Education Center mengikuti seminar parenting tersebut.

(RD/san/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds