Pemkot Depok Genjot Pemerintah Berbasis Elektronik

Pegawai Pemerintah Kota Depok mengikuti sosialisasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang diselenggarakan Diskominfo Kota Depok, Kamis (18/4/19). Radar Depok

Pegawai Pemerintah Kota Depok mengikuti sosialisasi Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang diselenggarakan Diskominfo Kota Depok, Kamis (18/4/19). Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Maraknya kejahatan elektronik (cyber crime) yang meretas situs-situs vital hingga situs pemerintahan, patut di waspadai. Tak ingin hal tersebut terjadi, Pemerintah Kota Depok terus menggenjot sistem pemerintahan dengan beralih berbasis elektronik. Salah satunya Tanda Tangan Elektronik (TTE).

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Dpeok, Tinte Rosmiati mengatakan, Tanda Tangan Elektronik memiliki kedudukan yang sama dengan tanda tangan manual. Sehingga kekuatan hukumnya pun sah.

“Ini amanat UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta Peraturan Pemerintah Nomor 82/2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik,” kata Tinte kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Jum’at (19/04/2019).

Pemkot Depok telah dua kali melaksanakan sosialisasi TTE untuk kepala OPD, kepala bagian, dan camat. Menurut Tinte, kebutuhan masyarakat akan perlindungan transaksi elektronik, menjadi salah satu latar belakang penggunaan Digital Signature semakin penting.

“Guna mencegah adanya cyber crime, kami terus melakukan sosialiasi Tanda Tangan Elektronik dan Implementasinya dalam SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik),” jelasnya.

Dia menuturkan, tanda tangan memiliki konsekuensi dan pertanggungjawaban. Sehingga diperlukan pemahaman yang sama mengenai TTE ini, bagaimana yang sah dan diakui serta keamanan dari TTE tersebut.

“Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya pemerintah perlu menyiapkan sarana prasarana pendukung salah satunya terkait dengan penerapan tanda tangan elektronik,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) BSSN, Rinaldy mengungkapkan, hampir 50 daerah dan instansi pusat sudah melakukan implementasi tanda tangan digital ini.

“Saya berharap budaya digital dapat berkembang, untuk kemajuan bangsa ini,” bebernya.

(RD/san/pojokjabar)

loading...

Feeds