20.195 Jiwa Warga Kota Depok Belum Rekam KTP-el

Ilustrasi Operator Perekaman e-KTP di Kota Depok.

Ilustrasi Operator Perekaman e-KTP di Kota Depok.

POJOKJABAR.com, DEPOK – Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) tinggal beberapa pekan lagi. Agar masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya, maka dibutuhkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

Namun, berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester II 2018 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, 20.195 jiwa belum melakukan perekaman KTP-el.

Terkait hal ini, Sekretaris Disdukcapil Kota Depok, Hendry Mahawan menyebutkan, dari 1.312.216 penduduk Depok yang masuk dalam wajib KTP-el, pihaknya telah melakukan perekaman KTP-el sebanyak 1.292.021 jiwa atau sekitar 98,46 persen.

“Alhamdulillah menjelang pemilu ini tinggal 20.195 orang yang belum memiliki KTP-el, tapi itu dari DKB semester dua 2018. Bisa dikatakan selama tiga bulan ini akan terus bertambah masyarakat yang rekam KTP-el,” ucap Hendry kepada Radar Depok, di Balaikota Depok, Selasa (26/3).

Hendry menjelaskan, penduduk yang telah masuk dalam kategori wajib KTP-el adalah dia yang berusia di mulai 17 tahun. Berdasarkan DKB Semester II 2018, ada 1.312.216 yang usianya sudah 17 tahun ke atas.

“Itu yang usianya 17 tahun hingga Desember 2018, berarti tidak menutup kemungkinan juga jumlahnya bertambah (naik) yang 17 tahun di 2019 ini,” jelasnya.

Sesuai target yang diambil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bahwa perekaman dan pencetakan KTP-el di seluruh kabupaten/kota mencapai 100 persen menjelang Pemilu 2019. Guna menyongsong permintaan Menteri Tjahjo Kumolo itu, Disdukcapil Depok terus melakukan jemput bola agar memudahkan masyarakat.

Seperti yang sedang berjalan adalah rutin menyambangi sekolah, perguruan tinggi, lembaga permasyarakatan, dan selalu tersedia di 63 kelurahan di Kota Depok. Selain itu, pihak kelurahan juga sudah menyurati satu persatu masyarakat untuk segera merekam KTP-el.

“Mudah-mudahan targetnya tercapai sebelum pemilu 2019 sudah 100 persen sesuai arahan dari Kemendagri,” tegas Hendry.

Hendry pun berharap adanya bantuan dan koordinasi dari stakeholder seperti KPU dan Bawaslu agar memobilisasi, apabila ada warga yang belum merekam KTP-el. Supaya dapat membantu kedua pihak tersebut dalam meyukseskan gelaran akbar lima tahunan ini.

“Memang tidak bisa tercover seluruhnya, karena ada penduduk yang sampai saat ini belum bisa melakukan perekaman secara mandiri. Seperti sakit, difabel dan jompo, karena itu kita yang ke sana jemput bola untuk melakukan perekaman KTP-el,” paparnya. (san)

(RC/san/pojokjabar)

loading...

Feeds

Masyarakat sekitar mengevakuasi korban longsoran Galian C. Foto./Istimewa

Galian C Argasunya Telan Korban Jiwa

Dengan adanya kejadian kecelakaan yang mengakibatkan meninggalnya seorang pekerja di lokasi lahan galian pasir milik perorangan, kami berharap pemilik lahan …