Sebanyak 1.324 Surat Suara Rusak, KPU Depok: Bakal Dimusnahkan

Sejumlah pekerja lepas melakukan pelipatan surat suara di gudang logistik KPU Depok, Kecamatan Cimanggis, Senin (11/3/19). Ahmad Fachry/Radar Depok

Sejumlah pekerja lepas melakukan pelipatan surat suara di gudang logistik KPU Depok, Kecamatan Cimanggis, Senin (11/3/19). Ahmad Fachry/Radar Depok

Dia menjelaskan, untuk Susu yang rusak, pihaknya akan melakukan inventarisir, kemudian direkap dan tiap jenis Susu yang rusak akan dilaporkan untuk penggantian. Selanjutnya, untuk Susu yang rusak itu mekanismenya akan dimusnahkan.

“Ketika sudah di set untuk kebutuhan tiap TPS, surat suara dan lainnya sudah masuk ke kotak suara dan digembok serta disegel, biasanya Susu rusak pada H-1 akan dimusnahkan yang disaksikan Bawaslu dan Polresta Depok. Keterpenuhan Susu tiap TPS, tentunya akan dipastikan lebih dulu, setelah itu yang rusak akan dimusnahkan,” jelasnya.

Nana mengungkapkan, petugas Sorlip setelah selesai pekerjannya akan ditulis dan didata oleh staf KPU Kota Depok yang mengawasi jalannya proses tersebut. Jumlahnya dalam kondisi baik berapa, rusak berapa, atasnama siapa dan nomor peserta berapa.

“Jadi dalam tiap dus itu sudah kita lakukan pencatatan, saat menyerahkan itu langsung diinput oleh petugas kita. Kemudian dari akumulasi yang menyerahkan itu menjadi catatan dan laporan harian kami. Berapa jumlah petugas Sorlip, berapa yang dalam kondisi baik dan berapa yang rusak, itu ada record-nya setiap hari,” beber Nana.

Persoalannya, sambung Nana, dari Bawaslu Kota Depok tidak dalam kondisi stanby seperti petugas KPU Kota Depok. Kalau petugas mengawasi terus Sorlip yang menerima, dan menyerahkan Susu yang disorlip oleh mereka.

“Sewaktu-waktu mengecek, sudah diserahkan berapa lalu di foto, mungkin di sana sehingga terjadi selisih atau human error. Jadi saya bilang untuk memastikan itu harus duduk bersama, bila perlu dicroscek hasilnya, kemudian kami mengevaluasi, kalau begitu harus ada juga kawan-kawan Bawaslu yang benar-benar stanby mengawasi proses Sorlip,” tegasnya.

Dari sini, Nana menambahkan, pihaknya akan instruksikan untuk menyiapkan meja dan kursi yang berdampingan dengan pengawas dari KPU Kota Depok. Ini untuk 1mencatat bersama serah terima Susu dari petugas Sorlip.

“Duduk berdampingan, catat bareng-bareng, kalau KPU catat 1, Bawaslu juga harus catat 1, agar tidak ada perbedaan jumlah sepert ini. Itulah yang menjadi evaluasi kami setelah dua jenis Susu yang telah dilipat. Untuk tiga jenis Susu lainnya, harus dilakukan seperti itu. Jadi tidak ada beda,” terangnya.

Dia mengungkapkan, Jenis Susu DPRD Provinsi yang rusak berdasarkan catatan dari KPU Kota Depok ada 565 lembar. Sedangkan untuk Jenis Susu DPRD Kota Depok, masih dalam proses rekap. “Nanti setelah ada laporan baru kita akan tahu,” pungkas Nana.

(RD/cky/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds