Gelar Aksi Damai, BEM UI Tolak Dwifungsi TNI

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Universitas Indonesia melakukan aksi damai dalam rangka menyikapi isu revisi UU TNI di kawasan Stasiun UI, Senin (18/3/19). Radar Depok

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Universitas Indonesia melakukan aksi damai dalam rangka menyikapi isu revisi UU TNI di kawasan Stasiun UI, Senin (18/3/19). Radar Depok

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR.com, DEPOK– Desas-desus bakal terjadi lagi dwi fungsi TNI di Indonesia kembali mencuat. Hal ini yang kemudian menimbulkan riuh di masyarakat.

Senin (18/3/19), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi damai di sekitaran kampusnya. Mereka menolak dwifungsi TNI.

Ketua BEM UI, Manik Marganamahendra menyatakan sikapnya menolak dwifungsi TNI. Pihaknya mendorong penghapusan dwifungsi militer melalui beragam regulasi. Saat ini, kata dia, ditemukan kasus TNI berada di jabatan sipil, dan tindakan melampaui fungsi dan wewenang.

Dan kini, banyaknya perwira yang menganggur menjadi alasan untuk membuka keterlibatan TNI di kementerian melalui revisi Undang-undang TNI.

Revisi tersebut diklaim sebagai solusi atas banyaknya anggota TNI yang mengaggur. Meski demikian, usulan untuk merevisi UU TNI utamanya Pasal 47 agar TNI dapat menduduki jabatan struktural di institusi sipil, dipandang bukan merupakan solusi efektif. Justru akan melahirkan persoalan baru.

“Kami mendorong professionalisme TNI secara baik dalam mengelola sumber daya manusia, mendorong dengan amanat Undang-undang dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan tugas dan fungsinya,” tukas Manik.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak masyarakat untuk kembali mengingat jaman keemasan dwifungsi ABRI yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat.

“Puluhan mahasiswa UI juga melakukan berbagai orasi untuk menolah dwifungsi TNI yang pernah terjadi pada masa orde baru,” pungkasnya.

(RD/rub/pojokjabar)

loading...

Feeds