Minim Pengawasan, Perusahaan dan Rumah Mewah di Kota Depok Masih Banyak yang Gunakan Air Tanah

ilustrasi air

ilustrasi air

Quick Count Pilpres 2019

POJOKJABAR.com, DEPOK – Penggunaan air tanah di Kota Depok terbilang minim sekali. Kurangnya pengawasan dari pemerintah provinsi menyebabkan banyaknya perusahaan dan rumah mewah belum beralih ke air PDAM.

Pemkot Depok meminta Pemprov Jabar agar melimpahkan kewenangan tersebut. Di antaranya keterlibatan pengawasan izin, serta penertiban perusahaan yang masih menggunakan air tanah.

“Kemarin kita undang provinsi menyamakan persepsi, agar ke depannya saat Pemprov Jabar menertibkan, harusnya dilibatkan juga Badan Keuangan Daerah atau Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,” ungkap Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Depok, Nina Suzana, kemarin (14/3/19).

Nina menuturkan, pelibatan BKD atau Dinas PUPR Depok dalam hal ini pada penertiban hingga pencabutan perizinan.

“Kalau kita mengharapkan provinsi kan jauh, kalau kita punya kewenangan seterusnya akan lebih mudah,” tegas Nina.

Diketahui, masih banyaknya perusahaan, huniah mewah, dan restoran yang belum menggunakan air tanah, membuat BKD akan menaikkan pajak air tanah untuk menekan penyedotan air tanah yang berlebih.

Nina menerangkan, di 2019 pajak air tanah tersebut akan dinaikkan menjadi Rp3.900 hingga Rp4.000 per meter kubik. Dari sebelumnya, Rp500 per meter kubik.

“Sekarang ini lagi buat kajian bersama konsultan untuk dinaikkan air tanahnya, yang sesuai tarif PDAM,” terangnya.

Kenaikan pajak air tanah tersebut untuk menaikkan Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Depok yang selama ini masih rendah sekitar Rp1,8 Miliar.

Sebelumnya, Manajer Pemasaran PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Imas Dyah Pitaloka mengatakan ada sekitar 20 perusahaan yang tidak menggunakan air PDAM sama sekali, yang berarti mereka menggunakan 100 persen air tanah.

Hal tersebut menurutnya karena minimnya pengawasan penggunaan air tanah yang dilakukan di Kota Depok. Menurutnya penggunaan air tanah yang berlebihan akan berdampak pada keberadaan air tanah di Kota depok.

“Belum semua apartemen dan perusahaan yang tergolong industri besar, dan niaga besar yang belum bekerjasama dengan PDAM Tirta Asasta. Jika tidak ada bekerja sama, dan dapat dipastikan mereka menggunakan air tanah,” tutup Imas.

(RD/san/pojokjabar)

loading...

Feeds