Pemkot Depok Berencana Ubah Dua Situ Ini Jadi Tempat Wisata

Pengunjung menaiki wahana air di Situ Cilodong, Kecamatan Cilodong, kemarin. Tempat tersebut berpotensi menjadi kawasana wisata air yang dapat berkembang. Ahmad Fachry/Radar Depok

Pengunjung menaiki wahana air di Situ Cilodong, Kecamatan Cilodong, kemarin. Tempat tersebut berpotensi menjadi kawasana wisata air yang dapat berkembang. Ahmad Fachry/Radar Depok

POJOKJABAR.com, DEPOK – Pemkot Depok berencana ingin menjadikan Situ Rawa Besar dan Situ Cilodong menjadi tempat wisata bagi para wisatawan yang berkunjung ke Depok. Namun, belum tahu kapan harapan itu dapat terealisasi.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pihaknya tidak bisa sembarangan mengelola daerah resapan menjadi tempat wisata, karena yang berwenang adalah pemerintah pusat. Mereka hanya dapat mengelola dengan seizin pemerintah pusat.

“Kalau pengelolaannya boleh diserahkan ke provinsi atau ke daerah kita akan buat jadi tempat wisata. Pak Gubernur Jabar menantang saya, ada enggak setu yang diusulkan sebagai tempat wisata. Yang kita ajukan dua kemarin, yaitu Setu Rawa Besar dan Setu Cilodong, relatif (mudah) walaupun sulit juga nih,” kata Idris kepada Radar Depok di Balaikota Depok.

Pada 2018 Kementerian PUPR mengeluarkan surat keputusan (SK) kewenangan pengelolaan situ kepada provinsi Jawa Barat. Idris mengungkapkan, banyak warga yang mendirikan rumah di sempadan situ.

Walaupun melanggar tetapi pihaknya tidak bisa menindak, sebab warga rata-rata memiliki sertifikat dalam pendirian rumah itu.

“Sebenarnya kalau dikejar sih bisa, ini sertifikat dari mana, kok bisa. Sekarang situ Cilodong misalnya berkurangnya sampai 7 hektar,” ungkap Idris.

Saharusnya jarak antara bibir setu ke pemukiman harus berjarak 50 meter. Dia menilai, kini hanya berkisar jarak 5 meter.

“Kalau ini ditertibkan, resistensinya sangat tinggi, harus ada uang biaya kerohiman. Biaya kerohiman tidak boleh dari APBD, harus dari swasta. Ini jadi masalah. Sehingga kita ajukan dua alternatif perencanaan, yaitu penertiban dan pemanfaatan lahan existing atau yang tersedia,” terangnya.

Pemkot Depok telah beberapa kali melakukan penertiban bangunan liar di bibir situ. Namun bangunan liar terus saja muncul, untuk itu Depok memiliki dua alternatif rencana yang akan dilakukan untuk memenuhi permintaan akan adanya danau wisata.

“Rencana pertama adalah penertiban bangunan, dan rencana kedua pemanfaatan lahan yang ada. Yang paling ringan memang melakukan penataan existing, kita rapikan gerbangnya dengan view danau, kita tempatkan UMKM. Mudah-mudahan disetujui oleh Pak Gubernur,” pungkasnya.

(RD/san/pojokjabar)

loading...

Feeds