Tidak Bisa Berangkat Umrah, Jamaah Gugat Pengelola First Travel

Kantor First Travel di Jalan Radar Auri Kecamatan Cimanggis . Foto: Dicky/Radar Bogor

Kantor First Travel di Jalan Radar Auri Kecamatan Cimanggis . Foto: Dicky/Radar Bogor

POJOKJABAR.com, DEPOK – Dipastikan tidak bisa berangkat umrah, para jamaah korban First Travel bakal melakukan gugatan terhadap pengelola First Travel. Jamaah meminta agar tetap berangkat umrah dengan aset yang tersisa.

Setelah putusan kasasi oleh Mahkamah Agung dengan Nomor Perkara 3095 K/PID.SUS/2018 dan 3096 K/PID.SUS/2018, yang menyatakan bahwa kasasi Jaksa Penuntut Umum dan terdakwa pemilik First Travel Andika Surachman dan Annies Desvitasari Hasibuan dengan Nomor Perkara 2096 K/PID.SUS/2018 serta Direktur Keuangan mereka Siti Nuraida Hasibuan dinyatakan ditolak.

Akibat ditolak, putusan tersebut mengembalikan pada putusan Pengadilan Negeri Depok, yang menyatakan menvonis masing-masing 20 Tahun, 18 Tahun dan 15 Tahun Penjara, serta Merampas Semua Aset untuk Negara. Dengan demikian kejaksaan bisa langsung mengeksekusi karena sudah berkekuatan hukum tetap.

“Sudah tidak ada cara lagi dari pemilik First Travel untuk memberangkatkan jamaah. Sekarang saatnya jamaah bertindak dan berjuang. Kami nyatakan menggugat pihak terkait agar jamaah bisa berangkat,” kata kuasa hukum Jamaah, Riesqi Rahmadiansyah. Dengan demikian, pihaknya mengaku akan menggugat pihak Kejaksaan Negeri Depok dan First Travel.

“Kami ingin mendaftar gugatan di PN Depok, kami akan menggugat pihak yang bertanggung jawab dengan kejadian ini,” tegas Riesqi Rahmadiansyah.

Loading...

loading...

Feeds